Bangkitkan Pariwisata, Eropa Mulai Buka Perbatasan Internal
Selasa, 16 Juni 2020 - 09:34 WIB
loading...
A
A
A
Hari pertama pembukaan perbatasan internal akan memberikan hasil berbeda-beda di tiap negara. Di Belgia misalnya, lalu lintas pesawat kemungkinan akan bisa mencapai 60 per hari atau 10% dari hari normal yang mencapai 600.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan sedang mempercepat pembukaan lockdown. Dia berjanji dana 500 miliar euro untuk menjaga perusahaan agar tetap beroperasi dan karyawan tetap bekerja tidak akan dikenai pajak lebih tinggi. Restoran dan kafe akan diperbolehkan buka secara penuh pekan ini. Hal itu beriringan dengan pembukaan perbatasan internal. Menurut Macron, wabah Covid-19 membuat Prancis harus memiliki ekonomi yang independen.
“Prancis bersama negara Eropa lainnya sangat bergantung pada rantai pasokan global mulai dari mobil hingga farmasi,” ujar Macron dikutip Reuters.
“Satu-satunya jawaban untuk mengatasi isu ini ialah membangun model ekonomi yang baru dan lebih kuat sehingga kami tidak bergantung kepada orang lain,” katanya.
Wabah Covid-19 telah menyebabkan 29.300 warga Prancis meninggal dunia dan memaksa Prancis menunda reformasi sosial dan ekonomi. Pemerintah Prancis memperkirakan ekonominya akan menyusut sebesar 11% pada 2020. (Baca juga: Turki Bersumpah Akan Mobilisasi Umat Islam untuk Lawan Aneksasi Israel)
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengatakan sedang mempercepat pembukaan lockdown. Dia berjanji dana 500 miliar euro untuk menjaga perusahaan agar tetap beroperasi dan karyawan tetap bekerja tidak akan dikenai pajak lebih tinggi. Restoran dan kafe akan diperbolehkan buka secara penuh pekan ini. Hal itu beriringan dengan pembukaan perbatasan internal. Menurut Macron, wabah Covid-19 membuat Prancis harus memiliki ekonomi yang independen.
“Prancis bersama negara Eropa lainnya sangat bergantung pada rantai pasokan global mulai dari mobil hingga farmasi,” ujar Macron dikutip Reuters.
“Satu-satunya jawaban untuk mengatasi isu ini ialah membangun model ekonomi yang baru dan lebih kuat sehingga kami tidak bergantung kepada orang lain,” katanya.
Wabah Covid-19 telah menyebabkan 29.300 warga Prancis meninggal dunia dan memaksa Prancis menunda reformasi sosial dan ekonomi. Pemerintah Prancis memperkirakan ekonominya akan menyusut sebesar 11% pada 2020. (Baca juga: Turki Bersumpah Akan Mobilisasi Umat Islam untuk Lawan Aneksasi Israel)
Lihat Juga :