PM Inggris Tuding Rusia Sedang Persiapkan Serangan Senjata Kimia

Jum'at, 11 Maret 2022 - 07:00 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Jenderal Rusia: Ukraina Bikin Senjata Biologis Didanai AS

Ditanya apakah penggunaan senjata kimia adalah “garis merah” yang dapat mengakibatkan pemerintah mengubah pendekatannya di zona larangan terbang, perdana menteri Inggris menjawab: “Ini menyakitkan. Ini benar-benar menyiksa."

“Dan saya sudah melakukan percakapan ini setidaknya beberapa kali sekarang dengan Volodymir (Zelensky, Presiden Ukraina), tapi saya pikir kesulitannya adalah saya harus memesan jet RAF, pilot Inggris ke udara dengan misi untuk menembak jatuh jet cepat Rusia.”

Ditekan lagi, dia melanjutkan: “Saya pikir kita harus realistis dan kita akan melakukan semua yang kita bisa untuk mendukung rakyat Ukraina, untuk mendukung perlawanan heroik Ukraina yang luar biasa."

“Dan kami melakukan lebih banyak dan lebih banyak dengan dukungan dari – dengan pertahanan udara, dengan persenjataan anti-tank dan semua hal semacam itu… Saya tidak ingin membahas detailnya, tapi saya pikir pemirsa Anda tahu kira-kira apa kita lakukan, itu telah ditingkatkan. Tapi itu secara efektif merupakan tindakan defensif dan… ada garis yang sangat sulit untuk dilewati.”

Baca juga: 3 Negara Ini Pernah Miliki Laboratorium Senjata Biologis

Johnson juga mengatakan bahwa dia tidak dapat melihat jalan keluar dari konflik Ukraina, yang menurut menteri luar negeri Liz Truss dapat berlangsung selama beberapa tahun, tanpa penarikan pasukan Rusia dan Kremlin menyadari kesalahan besarnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Hilang Misterius 12...
Hilang Misterius 12 Tahun Silam, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Diperpanjang Setahun
Rekomendasi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved