Beberapa Tentara Inggris Membangkang Perintah, Diduga Ikut Perang di Ukraina

Kamis, 10 Maret 2022 - 10:53 WIB
loading...
Beberapa Tentara Inggris...
Sejumlah tentara berbaris di York, Inggris. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Angkatan Darat Inggris dilaporkan berusaha melacak beberapa tentaranya yang dicurigai melakukan perjalanan ke Ukraina untuk ikut perang melawan Rusia.

Pembangkangan perintah oleh para tentara itu terjadi meskipun pemerintah Inggris menyatakan keinginan menghindari terlibat konflik militer Ukraina-Rusia.

"Kami mengetahui sejumlah kecil tentara individu yang telah melanggar perintah dan pergi tanpa izin, dan mungkin telah melakukan perjalanan ke Ukraina dalam kapasitas pribadi," ungkap juru bicara Angkatan Darat Inggris kepada Sky News, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: Ukraina: 9 Hari Pengepungan Mariupol Tewaskan 1.207 Warga Sipil

Juru bicara itu menambahkan, “Kami secara aktif dan sangat mendorong mereka untuk kembali ke Inggris.”

Baca juga: Lowongan Kerja Tentara Bayaran di Ukraina Dibuka, Gajinya Rp29 Juta Per Hari

Anggota militer Inggris saat ini dilarang bepergian ke Ukraina dengan alasan apa pun, bahkan jika mereka telah diberikan cuti.

Baca juga: AS Terancam Pemadaman Listrik Bergilir Jika Rusia Setop Ekspor Uranium

Juru bicara itu mengatakan, “Mereka yang melanggar aturan itu akan menghadapi konsekuensi disiplin dan administratif."

Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace sebelumnya mengatakan kepada anggota parlemen Inggris bahwa setiap anggota militer yang bergabung dalam pertempuran di Ukraina akan dituntut ketika mereka kembali.

Dia mengatakan warga sipil Inggris sangat tidak dianjurkan menjadi sukarelawan untuk berperang bersama pasukan Ukraina.



Hukum Inggris melarang warga Inggris berperang untuk melayani negara asing mana pun yang berperang dengan negara yang damai dengan Inggris.

Berita tentang kemungkinan desersi Inggris muncul satu pekan setelah polisi Paris menahan 14 Legiuner Asing Prancis asal Ukraina yang dihentikan di bus tujuan Ukraina.

Para prajurit, lima orang di antaranya melawan perintah, diduga melakukan perjalanan untuk memperjuangkan negara asalnya, Ukraina.

Sembilan Legiuner lainnya telah diberikan izin untuk pergi ke Polandia dan menemukan anggota keluarga yang melarikan diri dari Ukraina, tetapi mereka dilarang melintasi perbatasan ke bekas republik Soviet itu. Legiun Asing adalah cabang dari Angkatan Darat Prancis.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani dekrit akhir bulan lalu untuk membentuk legiun internasional untuk berperang bersama pasukan pemerintah Kiev melawan Rusia.

Beberapa negara anggota NATO telah mengizinkan warga sipil berperang di Ukraina sebagai sukarelawan, tetapi mereka telah bersumpah untuk tidak mengirim pasukan resmi mereka sendiri.

Laporan juga muncul tentang pengerahan ribuan tentara bayaran yang didanai sejumlah negara, baik secara resmi atau ilegal.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved