Inilah Alasan Rusia Menghentikan Ukraina yang Ingin Gabung NATO

Senin, 07 Maret 2022 - 16:53 WIB
loading...
Inilah Alasan Rusia...
Tentara Ukraina menembakkan artileri di Ukraina timur, 17 Desember 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia memulai invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Operasi militer resmi diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan target demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.

Saat ini, serangan Rusia ke Ukraina masih berjalan dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan operasi militer Rusia di Ukraina saat ini masih sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Belakangan diketahui alasan Rusia melakukan invasi ke Ukraina adalah karena adanya kekhawatiran bergabungnya Ukraina dengan NATO atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

Baca juga: Ukraina Sebut 20.000 Tentara Bayaran Segera Datang, Tapi Siapa Mereka?

Dalam hal ini, Rusia khawatir Ukraina akan dijadikan pangkalan militer NATO yang baru apabila bergabung.

Baca juga: 4 Sniper Perempuan Rusia Paling Mematikan, Nomor 1 Habisi 309 Nyawa

Maka dari itu, sebagai langkah pencegahan Rusia melakukan invasi ke Ukraina untuk menghentikannya.

Baca juga: Profil Ramzan Kadyrov, Presiden Chechnya Pendukung Invasi Rusia di Ukraina

Pada dasarnya, Ukraina merupakan negara pecahan dari Uni Soviet dan berbatasan langsung dengan Rusia. Dalam hal ini, walaupun belum resmi menjadi anggota NATO, tetapi Ukraina sudah menunjukan ketertarikan bergabung bersama NATO.

Tentu hal tersebut menjadi ancaman serius bagi Rusia yang sudah dikenal sebagai musuh dari NATO dan negara barat lainnya.

Rusia khawatir karena memiliki perbatasan yang sangat panjang dengan Ukraina. Karena bisa saja ketika Ukraina bergabung bersama NATO, Ukraina akan menjadi garda terdepan untuk menyerang Rusia.

Rusia pun menganggap bahwa hal ini merupakan strategi Amerika Serikat dan negara Barat lainnya untuk melemahkan Rusia.

Sebelumnya, Ukraina menunjukan ketertarikannya untuk bergabung dengan NATO karena hal tersebut dianggap akan meningkatkan kekuatan pertahanan Ukraina.

Hal ini dikarenakan NATO memiliki prinsip “Pertahanan Kolektif” yang berarti ketika negara anggota NATO diserang maka akan dianggap menyerang semua anggota NATO, dan hal tersebut akan membuat para anggotanya berkomitmen melindungi satu sama lain.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Hajar Makau, Indonesia...
Hajar Makau, Indonesia Amankan Tiket Perempat Final Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2026
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved