Pengungsi Ukraina Mencapai 1,5 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tercepat Sejak PD II

Minggu, 06 Maret 2022 - 20:31 WIB
loading...
Pengungsi Ukraina Mencapai...
Pengungsi Ukraina Mencapai 1,5 Juta Jiwa, Pertumbuhan Tercepat Sejak PD II. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Jumlah orang yang melarikan diri dari invasi Rusia ke Ukraina telah mencapai 1,5 juta jiwa. Angka ini menjadikannya sebagai krisis pengungsi dengan pertumbuhan tercepat di Eropa sejak Perang Dunia II.

"Lebih dari 1,5 juta pengungsi dari Ukraina telah menyeberang ke negara-negara tetangga dalam 10 hari," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grande di Twitter, seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (6/3/2022).

Baca: Mariupol Coba Lagi Evakuasi Warga Sipil yang Tertunda

PBB menggambarkan arus keluar sebagai "krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia II". Pada hari Sabtu dilaporkan bahwa hampir 1,37 juta pengungsi telah melarikan diri.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang memburuk.

"@WHO telah mengkonfirmasi beberapa serangan terhadap perawatan kesehatan di #Ukraina, menyebabkan banyak kematian dan cedera. Laporan tambahan sedang diselidiki," cuit Tedros.

"Serangan terhadap fasilitas kesehatan atau pekerja melanggar netralitas medis dan merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional," lanjutnya.

Baca: WHO Kutuk Serangan Rusia pada Fasilitas Kesehatan Ukraina

WHO mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya telah mengerahkan staf ke Moldova, Polandia dan Rumania "untuk meningkatkan kapasitas respons dari kantor negaranya, termasuk operasi, keterlibatan dengan mitra dan dukungan kepada pemerintah (Ukraina) untuk respons kesehatan".

Badan tersebut mengatakan, pihaknya juga telah memobilisasi logistik untuk mendirikan pusat operasional di negara tetangga Polandia dan membantu mengamankan koridor darat "untuk memfasilitasi pergerakan pasokan yang cepat ke populasi yang terkena dampak".



Ia menambahkan, pengiriman kedua pasokan kesehatan sedang dalam perjalanan ke Polandia, menyusul pengiriman pertama pada hari Kamis yang mencakup trauma dan pasokan kesehatan darurat. WHO sebelumnya mengutuk banyak laporan terverifikasi tentang serangan terhadap perawatan kesehatan di Ukraina.

Para pejabat PBB mengatakan, mereka memperkirakan gelombang pengungsi akan semakin meningkat saat tentara Rusia melancarkan serangannya, terutama ke ibu kota Ukraina, Kiev. Sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari, total 922.400 orang telah melarikan diri dari Ukraina ke Polandia, kata penjaga perbatasan Polandia pada Minggu.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Autralia Ingin Bangun...
Autralia Ingin Bangun Angkatan Laut Terbesar Sejak Perang Dunia II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved