Dewan HAM PBB Gelar Pertemuan Khusus Bahas Rasisme dan Kebrutalan Polisi di AS
Senin, 15 Juni 2020 - 20:41 WIB
loading...
Dewan HAM PBB dilaporkan akan melakukan pertemuan mendesak terkait dengan tuduhan rasisme sistemik, kebrutalan polisi dan kekerasan terhadap protes damai di AS. Foto/REUTERS
A
A
A
JENEWA - Dewan HAM PBB dilaporkan akan melakukan pertemuan mendesak terkait dengan tuduhan rasisme sistemik, kebrutalan polisi dan kekerasan terhadap protes damai di Amerika Serikat (AS). Debat itu rencananya akan digelar Rabu mendatang.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan HAM PBB menuturkan bahwa pertemuan ini dilakukan atas permintaan yang disampaikan oleh Burkina Faso atas nama negara-negara Afrika. ( Baca juga: Polisi AS Tembak Warga Kulit Hitam, Atlanta Membara )
Negara-negara Afrika, dalam suratnya kepada Dewan HAM PBB mengatakan kematian George Floyd sayangnya bukan insiden yang terisolasi. "Jumlah kasus-kasus sebelumnya dari orang-orang tak bersenjata dari keturunan Afrika yang mengalami nasib yang sama karena kekerasan polisi yang tidak terkendali sangat banyak," kata surat itu.
"Kemarahan internasional yang dipicu oleh kematian tersebut menggarisbawahi pentingnya Dewan HAM membahas masalah ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/6/2020).
AS sendiri sejatinya bukan anggota dari badan PBB yang beranggotakan 47 negara itu. AS memutuskan mundur dua tahun lalu dari badan yang berbasi di Jenewa tersebut, karena mereka menilai Dewan HAM bias terhadap Israel.
( Baca juga: Ratusan Pemohon Kartu Kerja Abaikan Jaga Jarak di Kantor Disnaker Kota Bekasi )
Kematian Floyd sendiri telah memicu demostrasn besar-besaran di seluruh negara bagian AS. Mereka bukan hanya mengecam rasisme, tapi juga menuntut adanya reformasi besa-besaran di tubuh kepolisian, termasuk di dalamnya pembubaran departemen kepolisian.
Dewan Kota Minneapolis, kota asal Floyd, pekan lalu dengan suara bulat mengeluarkan resolusi untuk mengejar sistem keamanan publik yang dipimpin masyarakat untuk menggantikan departemen kepolisian.
Dalam sebuah pernyataan, Dewan HAM PBB menuturkan bahwa pertemuan ini dilakukan atas permintaan yang disampaikan oleh Burkina Faso atas nama negara-negara Afrika. ( Baca juga: Polisi AS Tembak Warga Kulit Hitam, Atlanta Membara )
Negara-negara Afrika, dalam suratnya kepada Dewan HAM PBB mengatakan kematian George Floyd sayangnya bukan insiden yang terisolasi. "Jumlah kasus-kasus sebelumnya dari orang-orang tak bersenjata dari keturunan Afrika yang mengalami nasib yang sama karena kekerasan polisi yang tidak terkendali sangat banyak," kata surat itu.
"Kemarahan internasional yang dipicu oleh kematian tersebut menggarisbawahi pentingnya Dewan HAM membahas masalah ini," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (15/6/2020).
AS sendiri sejatinya bukan anggota dari badan PBB yang beranggotakan 47 negara itu. AS memutuskan mundur dua tahun lalu dari badan yang berbasi di Jenewa tersebut, karena mereka menilai Dewan HAM bias terhadap Israel.
( Baca juga: Ratusan Pemohon Kartu Kerja Abaikan Jaga Jarak di Kantor Disnaker Kota Bekasi )
Kematian Floyd sendiri telah memicu demostrasn besar-besaran di seluruh negara bagian AS. Mereka bukan hanya mengecam rasisme, tapi juga menuntut adanya reformasi besa-besaran di tubuh kepolisian, termasuk di dalamnya pembubaran departemen kepolisian.
Dewan Kota Minneapolis, kota asal Floyd, pekan lalu dengan suara bulat mengeluarkan resolusi untuk mengejar sistem keamanan publik yang dipimpin masyarakat untuk menggantikan departemen kepolisian.
(esn)
Lihat Juga :