PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:15 WIB
loading...
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB hampir kolaps karena banyak negara menunggak pembayaran iuran wajib. AS janji segera melunasi tunggakan iurannya lebih dari Rp33,6 triliun. Foto/Loey Felipe/United Nations Photo
A A A
JENEWA - Washington menjanjikan pembayaran tunggakan iuran sekitar USD2 miliar atau lebih dari Rp33,6 triliun kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam beberapa minggu ke depan. Janji ini disampaikan Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz ketika badan dunia itu hampir kolaps karena kekurangan dana.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan akhir bulan lalu bahwa kegagalan beberapa negara untuk membayar iuran mereka telah membuat PBB berada di ambang keruntuhan.

Baca Juga: Banyak Anggota Nunggak Iuran, PBB Bisa Runtuh, Dewan Trump Justru Raih Rp17 Triliun Per Negara

PBB menghadapi masalah anggaran kronis karena beberapa negara anggota tidak membayar kontribusi wajib mereka secara penuh, sementara yang lain tidak membayar tepat waktu. Kondisi itu memaksa PBB untuk membekukan perekrutan dan melakukan pemotongan anggaran.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa bulan terakhir telah mengurangi pendanaan untuk beberapa badan PBB dan telah menolak atau menunda beberapa kontribusi wajib.

Secara keseluruhan, Washington dilaporkan berutang kepada PBB sekitar USD2 miliar dalam biaya keanggotaan yang belum dibayar untuk anggaran operasional regulernya—dan hampir jumlah yang sama untuk anggaran terpisah untuk operasi perdamaian PBB.

Mike Waltz mengatakan kepada Reuters bahwa Washington akan segera mulai membayar biaya keanggotaan yang tertunggak.

Berbicara kepada wartawan selama kunjungan ke Jenewa, dia mengatakan fokusnya adalah pada iuran Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
72 Tahun Menunggu, Xhaka:...
72 Tahun Menunggu, Xhaka: Saatnya Swiss Menulis Sejarah Baru
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Inggris vs Norwegia:...
Inggris vs Norwegia: Cuaca Jadi Musuh Utama
Berita Terkini
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved