Jenderal Top Rusia Dihabisi Sniper Ukraina, Pukulan Pahit bagi Putin

Jum'at, 04 Maret 2022 - 07:22 WIB
loading...
Jenderal Top Rusia Dihabisi...
Mayor Jenderal Sukhovetsky, jenderal berpakat tinggi Rusia tewas ditembak sniper Ukraina dalam pertempuran sengit. Foto/ABTC.ng
A A A
KIEV - Seorang jenderal berpangkat tinggi Rusia tewas ditembak sniper Ukraina dalam pertempuran sengit. Media Barat menyebut kematian sang janderal akan menjadi pukulan pahit bagi Presiden Vladimir Putin.

Mayor Jenderal Andrei Sukhovetsky yang tewas adalah komandan Divisi Lintas Udara ke-7 Rusia. Selain dia, seorang wakil komandan Angkatan Darat Gabungan ke-41 juga tewas.

Dalam pidatonya, Putin membenarkan bahwa seorang jenderal Rusia telah tewas dalam pertempuran di Ukraina. Dia juga memberi tahu orang-orang Rusia tentang kemajuan operasi militer, delapan hari setelah invasi mematikan.

Kematian Mayor Jenderal Sukhovetsky dikonfirmasi oleh organisasi perwira lokal di wilayah Krasnodar di Rusia selatan.

Dia adalah seorang penerjun payung yang disegani, yang mempraktikkan keahliannya dalam misi di wilayah yang bermusuhan, dan dilaporkan telah diatur untuk perannya dalam pencaplokan Crimea tahun 2014.

Baca juga: AS dan NATO Tak Siap Perang dengan Rusia karena Moskow Adidaya Nuklir

Sergey Chipilev, seorang wakil dari kelompok veteran Combat Brotherhood Russian, menulis di media sosial: “Dengan rasa sakit yang luar biasa, kami mengetahui berita tragis tentang kematian teman kami, Mayor Jenderal Andrey Sukhovetsky, di wilayah Ukraina selama operasi khusus. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarganya.”

Surat kabar Rusia; Pravda, yang juga melaporkan kematiannya, mengatakan bahwa Sukhovetsky lulus dari Ryazan Higher Airborne Command School pada tahun 1995, setelah memulai sebagai komandan peleton sebelum naik menjadi kepala staf unit garda serangan udara.

Christo Grozev, direktur eksekutif situs web jurnalisme investigasi Bellingcat, seperti dikutip The Independent, Jumat (4/3/2022), mentweet bahwa konfirmasi kematiannya akan menjadi "demotivasi utama" bagi tentara Rusia.

Karier Mayor Jenderal Sukhovetsky (47) terus meningkat dengan mengambil serangkaian posisi kepemimpinan, dan dia mengambil bagian dalam kampanye militer Rusia di Suriah.

Rusia mengeklaim 498 tentaranya telah tewas di Ukraina dan 1.597 lainnya terluka.

Namun, pejabat Inggris mengatakan jumlah sebenarnya dari mereka yang tewas dan terluka hampir pasti akan jauh lebih tinggi dan akan terus meningkat.

Kantor hak asasi manusia (HAM) PBB mengatakan sedikitnya 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka di Ukraina sejak dimulainya invasi seminggu yang lalu. Layanan darurat negara Ukraina mengatakan lebih dari 2.000 warga sipil telah tewas.

Seorang anggota delegasi Ukraina yang dikirim ke pembicaraan dengan Rusia mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk membangun koridor bagi warga sipil untuk meninggalkan zona pertempuran dengan aman.

Koridor akan mencakup gencatan senjata di sepanjang jalan, kata Mykhailo Podolyak, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Pasokan bantuan kemanusiaan dapat dikirim melalui koridor, yang merupakan permintaan utama Ukraina menuju negosiasi putaran kedua mereka di Belarusia. Putin juga mengumumkan zona aman.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Safari Politik, Ketua...
Safari Politik, Ketua DPP Partai Ummat Heikal Safar Temui Sufmi Dasco
Daftar Harga Emas Termurah...
Daftar Harga Emas Termurah hingga Paling Mahal usai Jatuh Rp4 Ribu per Gram
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
Berita Terkini
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Piala Dunia 2026: Netanyahu...
Piala Dunia 2026: Netanyahu Dukung Argentina karena Pro-Israel, tapi Justru Dikalahkan Spanyol
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved