Trump Klaim China Siap Rebut Taiwan Pasca Olimpiade
Kamis, 03 Maret 2022 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga tiba di Taiwan minggu ini menjelang diskusi yang direncanakan dengan Presiden Tsai Ing-wen. Pompeo termasuk di antara 28 pejabat era Trump yang dikenai sanksi setelah Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari 2021.
Baca juga: Delegasi AS Sambangi Taiwan, China: Washington Akan Membayar Harga yang Mahal
“Luar biasa berada di sini. Saya sudah sangat lama menantikan untuk datang berkunjung dengan orang-orang Taiwan,” kata Pompeo kepada anggota pers di bandara di Taiwan, seperti dilansir Reuters.
“Saya sangat menantikan perjalanan saya untuk bertemu dengan pebisnis, orang-orang dari pemerintah, orang-orang di seluruh negara besar Anda,” katanya, menandakan kemungkinan penyimpangan dari kebijakan 'Satu China'.
Kunjungan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah kapal perusak berpeluru kendali AS, USS Ralph Johnson, melakukan transit kebebasan navigasi rutin yang dilaporkan melalui Selat Taiwan. China menyorot manuver kapal perusak itu AS sebagai tindakan “provokatif,” sementara Armada ke-7 AS menekankan transit melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Baca juga: Kapal Perang AS Lewat Selat Taiwan, China: Amerika Kobarkan Konflik di 2 Sisi Dunia
Sementara Beijing dan Washington mengakui Taiwan sebagai bagian dari China, kekhawatiran telah muncul mengenai kemungkinan tanggapan China terhadap keputusan pulau itu baru-baru ini untuk mendukung sanksi anti-Rusia yang dipimpin AS dan menghapus bank-bank Rusia dari jaringan pesan keuangan SWIFT global. Beijing sebelumnya telah berbicara menentang pengenaan sanksi sepihak semacam itu atas situasi di Ukraina.
Baca juga: Delegasi AS Sambangi Taiwan, China: Washington Akan Membayar Harga yang Mahal
“Luar biasa berada di sini. Saya sudah sangat lama menantikan untuk datang berkunjung dengan orang-orang Taiwan,” kata Pompeo kepada anggota pers di bandara di Taiwan, seperti dilansir Reuters.
“Saya sangat menantikan perjalanan saya untuk bertemu dengan pebisnis, orang-orang dari pemerintah, orang-orang di seluruh negara besar Anda,” katanya, menandakan kemungkinan penyimpangan dari kebijakan 'Satu China'.
Kunjungan itu dilakukan hanya beberapa hari setelah kapal perusak berpeluru kendali AS, USS Ralph Johnson, melakukan transit kebebasan navigasi rutin yang dilaporkan melalui Selat Taiwan. China menyorot manuver kapal perusak itu AS sebagai tindakan “provokatif,” sementara Armada ke-7 AS menekankan transit melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen Amerika terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Baca juga: Kapal Perang AS Lewat Selat Taiwan, China: Amerika Kobarkan Konflik di 2 Sisi Dunia
Sementara Beijing dan Washington mengakui Taiwan sebagai bagian dari China, kekhawatiran telah muncul mengenai kemungkinan tanggapan China terhadap keputusan pulau itu baru-baru ini untuk mendukung sanksi anti-Rusia yang dipimpin AS dan menghapus bank-bank Rusia dari jaringan pesan keuangan SWIFT global. Beijing sebelumnya telah berbicara menentang pengenaan sanksi sepihak semacam itu atas situasi di Ukraina.
(ian)
Lihat Juga :