Demo Kedubes AS, Warga Keturunan Kecam Rencana Biden Ambil Dana Pemerintah Afghanistan

Rabu, 02 Maret 2022 - 15:11 WIB
loading...
Demo Kedubes AS, Warga...
Para warga keturunan Afghanistan demo di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, mengecam rencana pemerintah Joe Biden mengambil dana pemerintah Afghanistan. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Para warga keturunan Afghanistan berunjuk rasa di Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Jakarta. Massa, yang didampingi LSM Studi Demokrasi Rakyat (SDR), mengecam rencana Pemerintah Presiden Joe Biden mengambil dana pemerintah Afghanistan secara sepihak.

Salah satu demonstran, Abdul, mengatakan unjuk rasa tersebut tidak terkait dukung-mendukung rezim tertentu, namun solidaritas kemanusiaan dan kesejahteraan penduduk Afghanistan pascakonflik dan pergantian rezim.

"Setelah sanksi keuangan, sekarang aset negara Afghanistan mau diambil AS. Dana itu milik Afghanistan dan bisa membantu penduduk di sana (Afghanistan) yang sedang mengalami krisis ekonomi pascakonflik kekuasaan," ujar warga keturunan Afghanistan tersebut di sela-sela unjuk rasa, Selasa (1/3/2022).

Abdul sudah menetap selama 7 tahun di Tangerang dan bekerja sebagai juru las di sebuah bengkel.

Menurutnya, unjuk rasa ini merupakan bentuk solidaritas warga keturunan Afghanistan di Indonesia terhadap bencana kemanusiaan di negeri tersebut. Dia menilai tindakan AS yang akan mengambil aset Afghanistan secara sepihak adalah sikap arogansi yang tidak melihat sisi kemanusiaan.

Baca juga: UNICEF Akan Bayar Tunggakan Gaji Guru di Afghanistan

Amerika telah menutup akses rezim Taliban terhadap aset Afghanistan senilai sekitar USD 9,5 miliar, yang sebagian besar disimpan di Bank Sentral Amerika.

Aset tersebut merupakan bantuan asing untuk anggaran pemerintah Afghanistan untuk membiayai layanan kesehatan, sekolah, pabrik, dan kementerian. Kondisi tersebut diperburuk dengan pandemi COVID-19 serta kekurangan perawatan kesehatan, kekeringan, dan kekurangan gizi.

"Kurangnya dana jelas menyebabkan lonjakan angka kemiskinan. Sebab itu, kami menuntut dicairkannya aset dan dicabutnya sanksi terhadap Afghanistan. Aset itu harus diberikan sepenuhnya untuk pemulihan ekonomi, layanan kesehatan dan pendidikan masyarakat di negeri tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dilaporkan akan mengeluarkan perintah eksekutif untuk memindahkan USD 7 miliar aset bank sentral Afghanistan yang dibekukan dalam sistem perbankan AS.

Seperti dilansir m, perintah itu mengharuskan lembaga keuangan AS untuk memfasilitasi akses terhadap aset senilai USD3,5 miliar untuk bantuan kebutuhan dasar rakyat Afganistan.

Sisanya, USD 3,5 miliar akan tetap berada di Amerika Serikat dan digunakan untuk mendanai proses pengadilan dan santunan korban serangan 11 September 2001.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Roy Suryo Ngamuk Sidang...
Roy Suryo Ngamuk Sidang Praperadilannya Disusupi Termul
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Berita Terkini
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Infografis
Terkait Afghanistan:...
Terkait Afghanistan: 52% Rakyat AS Ingin Biden Lengser
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved