Trump Jalan Tertatih-tatih, Publik AS Ramaikan #TRUMPstroke

Senin, 15 Juni 2020 - 12:30 WIB
loading...
Trump Jalan Tertatih-tatih,...
Presiden Donald Trump saat hadiri wisuda di Akademi Militer Amerika Serikat di West Point, New York, Minggu (14/6/2020). Foto/Business Insider
A A A
WESTPOINT - Presiden Donald Trump jadi pembicaraan publik Amerika Serikat (AS) setelah berjalan tertatih-tatih ketika hendak menyampaikan pidato upcara kelulusan di Akademi Militer AS di West Point, New York, Minggu.

Pemandangan itu memicu publik Amerika berspekulasi negatif tentang kondisi kesehatan sang presiden. Beberapa pengguna media sosial bahkan meledek hal tersebut.

Trump yang menyadari kejadian itu menjadi pemberitaan media dan spekulasi publik langsung mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi. Menurutnya, jalan menanjak menuju tempatnya pidato licin. (Baca: Lewat Buku, Eks Penasihat Gedung Putih Ungkap Borok Trump )

“Jalan yang saya turun setelah pidato West Point. Dimulainya sangat panjang dan curam, tidak memiliki pegangan dan, yang paling penting, sangat licin," tulis presiden berusia 74 tahun itu di Twitter via akun @realDonalTrump.

“Hal terakhir yang akan saya lakukan adalah 'jatuh cinta' kepada Fake News (Berita Palsu) untuk bersenang-senang. Sepuluh kaki terakhir saya berlari ke tanah datar. Momentum!," lanjut tweet penguasa Gedung Putih ini.

Namun, jurnalis Vox, Aaron Rupar, meragukan argumen presiden. "Patut dicatat bahwa semuanya cerah sepanjang penampilan Trump di West Point. Jika jalannya memang 'licin' itu bukan karena hujan. Dan tampaknya tidak curam," katanya, seperti dikutip news.com.au, Senin (15/6/2020).

Rupar mencatat pidato Trump yang berulang kali kesulitan mengeja nama Jenderal Douglas MacArthur. Menurutnya, presiden selalu mengucap "McGarther".

Rupar juga menunjukkan pemimpin Amerika seperti berjuang keras ketika mengangkat segelas air ke mulutnya. Berbagai kejanggalan itu membuat para pengguna Twitter di AS berspekulasi tentang kondisi kesehatannya, termasuk meramaikan tanda pagar #TRUMPstroke dan #TrumpIsNotWell.

Gedung Putih sudah merilis hasil pemeriksaan fisik tahunan Presiden Trump awal bulan ini. Hasilnya adalah presiden dinyatakan "tetap sehat.

Dalam pidatonya, presiden memuji "kemuliaan prajurit Amerika". "Amerika adalah negara terbesar dalam sejarah manusia," katanya kepada 1107 letnan dua yang baru diwisuda.

Tetapi dia tidak menyebutkan secara langsung tentang kekacauan rasial baru-baru ini, dan nyaris tidak menyebutkan perbedaan pendapat baru-baru ini dari tokoh-tokoh militer atas ancamannya untuk menggunakan pasukan tugas aktif untuk menghadapi demonstran yang menuntut keadilan atas kematian pria kulit hitam George Floyd.

Pria kulit hitam itu tewas setelah lehernya dicekik polisi kulit putih dengan lututnya di Minneapolis pada 25 Mei lalu. Kematiannya memicu demo massal yang diwarnai kerusuhan di hampir seluruh wilayah AS. (Baca juga: Alami Gejala Mirip Kelu Lidah, Trump Bakal Jalani Pemeriksaan Medis )

“Saya juga ingin berterima kasih kepada pria dan wanita dari Garda Nasional kita," katanya."Tantangan dari badai dan bencana alam untuk memastikan perdamaian, keselamatan dan aturan hukum konstitusional pada jalan-jalan kita," ujarnya.

Presiden hanya menyinggung sekilas tentang krisis rasial di Amerika.

"Tentara berada di garis depan dalam mengakhiri ketidakadilan segregasi yang mengerikan," katanya, seraya menambahkan bahwa para lulusan Akademi Militer di West Point yang memimpin pertempuran dalam Perang Sipil untuk mengakhiri kejahatan perbudakan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Kasus Penganiayaan,...
Kasus Penganiayaan, Dewi Soekarno Jalani Sidang di Pengadilan Jepang
Rekomendasi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved