Marah Besar Kena Sanksi, Putin Sebut Barat Kerajaan Kebohongan
Selasa, 01 Maret 2022 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Negosiasi 5 Jam Buntu, Rusia-Ukraina Sepakat Perundingan Kedua
“Omong-omong, para politisi Amerika, ilmuwan politik, dan jurnalis sendiri menulis serta mengatakan bahwa, dalam beberapa tahun terakhir, satu 'kerajaan kebohongan' yang sebenarnya telah dibuat di dalam Amerika Serikat. Sulit untuk tidak setuju dengan itu, karena itu benar," ujar Putin.
Menurut Kremlin, operasi Rusia di Ukraina telah menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut di negara itu.
Operasi militer itu juga menjadi cara Rusia menghentikan Kiev dari mencoba meluncurkan serangan habis-habisan di wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri di timur negara itu.
Menjelang serangan ke Ukraina, Moskow secara resmi mengakui Republik Rakyat di Donbass itu sebagai negara merdeka.
Kiev, bagaimanapun, mengklaim serangan itu "tidak diprovokasi," bersikeras tidak ada rencana merebut kembali wilayah yang memisahkan diri dengan paksa.
“Omong-omong, para politisi Amerika, ilmuwan politik, dan jurnalis sendiri menulis serta mengatakan bahwa, dalam beberapa tahun terakhir, satu 'kerajaan kebohongan' yang sebenarnya telah dibuat di dalam Amerika Serikat. Sulit untuk tidak setuju dengan itu, karena itu benar," ujar Putin.
Menurut Kremlin, operasi Rusia di Ukraina telah menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut di negara itu.
Operasi militer itu juga menjadi cara Rusia menghentikan Kiev dari mencoba meluncurkan serangan habis-habisan di wilayah Donetsk dan Luhansk yang memisahkan diri di timur negara itu.
Menjelang serangan ke Ukraina, Moskow secara resmi mengakui Republik Rakyat di Donbass itu sebagai negara merdeka.
Kiev, bagaimanapun, mengklaim serangan itu "tidak diprovokasi," bersikeras tidak ada rencana merebut kembali wilayah yang memisahkan diri dengan paksa.
Lihat Juga :