Siasat Licik, Neo-Nazi Ukraina Siapkan Peluru Lapis Lemak Babi untuk Tentara Muslim Chechnya

Senin, 28 Februari 2022 - 18:47 WIB
loading...
A A A
Baca juga: George Soros Samakan Konflik Ukraina dengan Pengepungan Kota Nazi oleh Soviet

Dugaan Neo-Nazi Ukraina itu jelas salah karena Muslim yang gugur dalam perang dianggap syahid dan jasadnya suci sehingga tidak perlu dimandikan lagi.

Klip video pendek itu diterbitkan oleh akun resmi Garda Nasional Ukraina, yang meresmikan Batalyon Azov pada 2014.

Tentara yang melakukan ritual salah kaprah itu terdengar berkata, “Teman-teman Muslim, Anda tidak akan diizinkan masuk surga di negara kami.” Prajurit itu mengenakan balaclava untuk menyembunyikan wajahnya.



Ancaman itu diarahkan pada "Orc Kadyrov" menurut deskripsi. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov telah menyerukan partisipasi pasukan dari provinsi asalnya dalam serangan Rusia di Ukraina.

Kadyrov memposting video puluhan ribu pejuang Chechnya di media sosial. Dia memuji kontribusi para pejuang Muslim, dan meminta Ukraina segera menyerah pada Rusia.

Chechnya adalah republik mayoritas Muslim, di selatan Rusia, yang terkenal dengan kehebatan para pejuangnya.

Menggunakan “peluru berlapis babi” untuk mengancam Muslim bukanlah tindakan pertama Neo-Nazi Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tegas! Iran Tak Akan...
Tegas! Iran Tak Akan Biarkan Lebanon Jadi Bulan-bulanan Israel
Rekomendasi
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
Berita Terkini
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved