Ancaman Gelombang Kedua Covid-19, Bursa Saham Tumbang, Ekonomi Terpuruk

Senin, 15 Juni 2020 - 11:08 WIB
loading...
A A A
Harga saham baru saja merangkak naik pekan ini menyusul diperlonggarnya lockdown di berbagai negara di dunia. Sejumlah perusahaan, terbanyak di AS, juga telah kembali merekrut karyawan baru untuk turut membangkitkan ekonomi. Namun, upaya itu tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar.

Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan sebanyak 1,5 juta orang telah melaporkan diri terkena PHK pada pekan lalu. Sejauh ini, total sebanyak 30 juta warga AS telah menganggur akibat dipecat selama lockdown. Federal Reserve AS menyatakan angka pengangguran dapat mencapai hingga 9% dari total penduduk pada akhir tahun ini.

Selama konferensi pers, Kepala Bank Sentral Federal Reserve AS, Jerome Powell, juga mengatakan kondisi di lapangan dapat kian memburuk jika angka infeksi Covid-19 terus meningkat di AS. Sejumlah negara bagian AS yang mencabut lockdown seperti Arizona dan South Carolina telah mengalami kenaikkan jumlah pasien belakangan ini. (Baca juga: 37 CEO Perempuan Pimpin Perusahaan Terbaik Dunia)

"Keadaan seperti ini dapat mencedarai upaya pemulihan, sekalipun wabah yang menyerang sebuah wilayah tidak mencapai tingkat nasional," kata Powell, dikutip BBC. "Hal ini bukan tanpa alasan. Orang-orang akan ketakutan untuk keluar rumah sehingga akan menghambat aktivitas dan laju pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan pemerintah tidak mungkin menerapkan lockdown untuk kedua kalinya dalam waktu sempit karena akan meruntuhkan ekonomi negara. Namun, para ahli menilai masyarakat kemungkinan akan lebih banyak diam di rumah pada tahun ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved