Rusia Serang Ukraina, Sekjen NATO: Tindakan Perang yang Brutal

Kamis, 24 Februari 2022 - 23:03 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Rusia Serang Ukraina, Putin Ancam Negara Lain yang Ikut Campur

“Tanggapan paling efektif terhadap agresi Rusia adalah persatuan,” tulis Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas di Twitter.

“Agresi meluas Rusia merupakan ancaman bagi seluruh dunia dan semua negara NATO,” sambungnya.

Kallas menyerukan langkah-langkah “untuk memastikan pertahanan Sekutu NATO.”

NATO mulai meningkatkan pertahanannya di Eropa timur laut setelah Rusia mencaplok Semenanjung Crimea dari Ukraina pada tahun 2014. NATO memiliki sekitar 5.000 tentara dan peralatan yang ditempatkan di sana, tetapi pasukan itu telah ditingkatkan dengan pasukan dan peralatan dari beberapa negara dalam beberapa bulan terakhir.

Langkah pertama sekarang adalah mengaktifkan NATO Response Force (NRF), yang dapat berjumlah hingga 40.000 tentara. Sebuah brigade darat yang dapat dikerahkan dengan cepat yang merupakan bagian dari NRF — terdiri dari sekitar 5.000 tentara dan dijalankan oleh Prancis bersama Jerman, Polandia, Portugal, dan Spanyol — sudah dalam siaga tinggi.

Baca juga: Rusia Gempur Ukraina, Sekjen PBB Memohon Putin Hentikan Perang

Beberapa anggota NATO juga telah mengirim pasukan, pesawat dan kapal perang ke wilayah Laut Hitam, dekat sekutu Bulgaria, Rumania dan Turki. Pentagon juga telah menempatkan hingga 8.500 tentara Amerika Serikat (AS) dalam siaga tinggi, sehingga mereka akan siap untuk dikerahkan jika diperlukan untuk meyakinkan sekutu lainnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir Tembus 5.000 Jiwa
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Alasan KPK Kembalikan...
Alasan KPK Kembalikan Mobil Noel Ebenezer
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved