Serangan Udara Rusia Hancurkan 74 Target Infrastruktur Militer Ukraina

Kamis, 24 Februari 2022 - 21:58 WIB
loading...
Serangan Udara Rusia...
Serangan udara Rusia hancurkan target militer di Ukraina. Foto/tribunalinquiry
A A A
MOSKOW - Serangan udara oleh militer Rusia menghancurkan 74 target infrastruktur militer angkatan bersenjata Ukraina. Kabar terbaru dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis (24/2/2022).

“Target yang sudah hancur di antaranya adalah 11 lapangan terbang, tiga pusat komando, satu pos Angkatan Laut Ukraina, 18 radar S-300 (nama pelaporan NATO SA-10 Grumble), dan sistem pertahanan udara Buk (nama pelaporan NATO Gadfly) militer Ukraina,” papar pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.



Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan dimulainya operasi khusus oleh angkatan bersenjata Rusia di Donbass dengan tujuan melindungi Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) dari genosida Ukraina.

Baca juga: Rumania Kejar Jet Tempur Ukraina, Diduga Lari dari Perang Lawan Rusia

Dia menjelaskan operasi itu diperlukan untuk menghentikan kekejaman yang dilakukan pasukan Ukraina di Donbass.



“Selain itu, pasukan Rusia menembak jatuh satu helikopter serang Ukraina dan empat drone serang Bayraktar buatan Turki di wilayah Donbass,” ungkap Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Rusia Bom Kiev, Kharkiv, dan Odessa, Rebut Bandara Boryspil, Kepung Mariupol

Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu memerintahkan untuk membuat koridor untuk jalan keluar yang aman bagi pasukan Ukraina yang menyerah dari zona pertempuran dan mengarahkan militer Rusia untuk memperlakukan mereka dengan hormat.



Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, ada 14 prajurit Ukraina yang telah menyerah sejak dimulainya operasi militer Rusia bersama pasukan dari DPR dan LPR.

"Personel militer Angkatan Bersenjata Ukraina, tidak seperti kelompok nasionalis, bersumpah kepada rakyat Ukraina dan mematuhi perintah, memperlakukan mereka dengan hormat," ungkap perintah Kemhan Rusia.



Kementerian Pertahanan Rusia lebih lanjut mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa pasukan Rusia tidak menargetkan kota atau infrastruktur sosial di garnisun Ukraina untuk menghindari korban di kalangan militer dan keluarga mereka yang tinggal di sana.

Pernyataan itu muncul setelah peluncuran operasi khusus oleh angkatan bersenjata Rusia di wilayah Donbass, yang diperintahkan Presiden Vladimir Putin pada awal 24 Februari.



Putin membenarkan langkah itu dengan kebutuhan untuk campur tangan dalam situasi di Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR), yang telah berulang kali dia gambarkan sebagai "genosida" yang dilakukan oleh pemerintah nasionalis di Kiev.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
David dan Victoria Beckham...
David dan Victoria Beckham Kirim Sinyal Damai untuk Brooklyn di Hari Ayah
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Ambles ke 6.116, Transaksi Cetak Rp13,4 Triliun
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan...
Kejaksaan Kabulkan Penangguhan Penahanan, Dokter Tifa: Kebenaran Tak Padam di Negara Kita
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Pakistan Perintahkan...
Pakistan Perintahkan Militer untuk Membalas Serangan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved