Pemberontak Ukraina Minta Bantuan Militer kepada Putin
Kamis, 24 Februari 2022 - 05:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Ukraina Memanas, Paus Fransiskus Minta Politisi Periksa Hati Nurani Mereka
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan tidak ada serangan militer yang ditujukan ke dua wilayah itu, yang dianggap Kiev sebagai wilayah pemberontak yang "diduduki sementara". Ukraina juga menuduh DPR dan LPR melakukan insiden “false flag” terhadap warga sipil mereka sendiri untuk membenarkan “invasi Rusia.”
Donetsk dan Lugansk mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Ukraina pada tahun 2014, setelah protes yang didukung Barat berakhir dengan kudeta yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis di Kiev. Upaya militer Ukraina untuk menaklukkan daerah itu dengan paksa gagal, mengakibatkan gencatan senjata yang tidak nyaman ditandatangani di Minsk, Belarusia – pertama pada September 2014, kemudian pada Februari 2015.
Moskow telah lama menolak untuk mengakui kedua republik itu, menunjuk ke Minsk dan menyebut konflik itu sebagai masalah internal Ukraina. Namun, pada hari Senin, Putin mengatakan bahwa Kiev secara terbuka menolak untuk mematuhi kewajibannya dan menandatangani dekrit tentang pengakuan Donetsk dan Lugansk yang "sudah lama tertunda".
Baca juga: Kondisikan Keadaan Darurat Nasional, Ukraina Desak Warganya Pergi dari Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan tidak ada serangan militer yang ditujukan ke dua wilayah itu, yang dianggap Kiev sebagai wilayah pemberontak yang "diduduki sementara". Ukraina juga menuduh DPR dan LPR melakukan insiden “false flag” terhadap warga sipil mereka sendiri untuk membenarkan “invasi Rusia.”
Donetsk dan Lugansk mendeklarasikan kemerdekaan mereka dari Ukraina pada tahun 2014, setelah protes yang didukung Barat berakhir dengan kudeta yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis di Kiev. Upaya militer Ukraina untuk menaklukkan daerah itu dengan paksa gagal, mengakibatkan gencatan senjata yang tidak nyaman ditandatangani di Minsk, Belarusia – pertama pada September 2014, kemudian pada Februari 2015.
Moskow telah lama menolak untuk mengakui kedua republik itu, menunjuk ke Minsk dan menyebut konflik itu sebagai masalah internal Ukraina. Namun, pada hari Senin, Putin mengatakan bahwa Kiev secara terbuka menolak untuk mematuhi kewajibannya dan menandatangani dekrit tentang pengakuan Donetsk dan Lugansk yang "sudah lama tertunda".
Baca juga: Kondisikan Keadaan Darurat Nasional, Ukraina Desak Warganya Pergi dari Rusia
(ian)
Lihat Juga :