Meme Kedubes AS di Ukraina Bikin Gerah Rusia, Cek Fakta Lengkapnya

Rabu, 23 Februari 2022 - 09:05 WIB
loading...
A A A
Ketika Rurik meninggal, Pangeran Oleg, wali untuk putranya yang masih kecil Igor, memimpin ekspedisi militer ke Dinieper dan pada 882 menaklukkan kota Kiev, yang kemudian diperintah kerajaan Turki Yahudi yang disebut Khazar.

Oleg memproklamirkan Kiev sebagai "Kota Ibu Rus" dan menjadikannya ibu kota barunya. Oleg kemudian mengepung Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium.

Meski Oleg gagal merebut kota metropolis Konstantinopel, serangan itu meningkatkan kesadaran kaisar terhadap Rus dan dia mengirim misionaris untuk mencoba mengubah mereka menjadi Kristen Ortodoks.

Olga dari Kiev, penguasa wanita pertama kekaisaran, berpindah agama ke Kristen Ortodoks selama kunjungan ke Konstantinopel pada 950-an.

Baru setelah Volodymyr Agung berpindah ke Kristen Ortodoks pada 998, dia "membaptis" kota Kiev hingga Kekristenan menguasai wilayah tersebut.

Menurut salah satu legenda, Volodymyr berkonsultasi dengan para pemimpin agama Kristen, Yahudi, dan Islam tentang masing-masing agama mereka sebelum membuat keputusan, tetapi akhirnya menolak Yahudi dan Islam.

Volodymyr-lah yang memerintahkan pembangunan Gereja Tertidurnya Perawan pada 996, yang disebutkan dalam tweet kedutaan AS.

Dia mungkin juga telah memerintahkan pembangunan Katedral St Sophia pada 1011, meskipun mungkin juga Yaroslav the Wise, yang dikatakan telah membangun gereja untuk memperingati kemenangannya atas Pechenegs, orang Turki nomaden dari stepa Pontic, di apa yang sekarang selatan dan timur Ukraina.

Cucu Yaroslav, Vsevolod I, mendirikan Biara Vydubychi pada 1070, meskipun sebagian direkonstruksi pada abad ke-17 dengan gaya barok Ukraina.

Penerus Vsevolod, Sviatopolk II dari Kiev, membangun Biara Kubah Emas St Michael pada 1108, dekat Katedral St Sophia.

Biara itu dihancurkan selama periode Soviet, tetapi dibangun kembali setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991, seperti juga banyak tempat ibadah di bekas Uni Soviet.

Dari Kiev, Rurikids memerintah kerajaan besar yang membentang dari Laut Hitam di selatan ke Laut Putih di ujung utara, dan dari pegunungan Carpathian di barat ke Volga dekat Nizhniy Novgorod modern di timur.

Pada kenyataannya, "kekaisaran" itu adalah kelompok kerajaan yang dikumpulkan secara longgar yang dilanda persaingan dan perselisihan internal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Trump Klaim Bikin Iran...
Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran
Rekomendasi
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Berita Terkini
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved