Trump: Bukan Tentara AS yang Tentukan Nasib Negara Lain

Minggu, 14 Juni 2020 - 16:58 WIB
loading...
Trump: Bukan Tentara...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan, bukan tugas tentara AS untuk menentukan nasib atau turut membangun negara lain. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menegaskan, bukan tugas tentara AS untuk menentukan nasib atau turut membangun negara lain. Hal itu disampaikan Trump saat menyampaikan pidato di harapan ribuan lulusan akademi militer AS di West Point.

Dalam pidatonya, Trump mengatakan bahwa pekerjaan prajurit Amerika bukanlah membangun kembali negara-negara asing, tetapi mempertahankan dengan kuat AS dari ancaman yang datang dari luar. ( Baca juga: Lewat Buku, Eks Penasihat Gedung Putih Ungkap Borok Trump )

"Kita akan mengakhiri era perang tanpa akhir. Bukan tugas pasukan Amerika untuk menyelesaikan konflik yang sudah lama berlangsung di negeri-negeri yang jauh yang belum pernah didengar banyak orang," katanya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (14/6/2020).

Selama kepemimpinanya, Trump telah memutuskan untuk menarik pasukan dari Irak dan Suriah, yang telah menarik kritik dari banyak pihak. Tebaru, Trump juga dilaporkan akan menarik ribuan tentara dari Jerman.

Sementara itu, Trump, dalam pidatonya juga sedikit menyentuh mengenai perdebatan ketidakadilan rasial di AS, mengatakan para kadet adalah contoh dari keragaman Amerika.

“Anda datang dari desa dan kota, dari negara besar dan kecil dan dari setiap ras, agama, warna kulit, dan kepercayaan. Tetapi ketika Anda memasuki tanah ini, Anda menjadi bagian dari satu tim dan satu keluarga, dengan bangga melayani satu bangsa Amerika,” ujarnya.

( Baca juga: Warga Duel Lawan Buaya Selamatkan Sang Ayah di Palopo )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved