Korsel Desak Korut Hormati Perjanjian Intra-Korea
Minggu, 14 Juni 2020 - 15:44 WIB
loading...
Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) meminta Korea Utara (Korut) untuk menghormati perjanjian antar-Korea yang dicapai di masa lalu. Foto/REUTERS
A
A
A
SEOUL - Kementerian Unifikasi Korea Selatan (Korsel) meminta Korea Utara (Korut) untuk menghormati perjanjian antar-Korea yang dicapai di masa lalu. Permintaan ini datang ditengah meningkatkan hubungan di antara kedua negara.
"Korsel dan Korut harus berusaha menghormati semua perjanjian antar-Korea yang dicapai. Pemerintah menanggapi situasi saat ini dengan serius," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (14/6/2020).
( Baca juga: Marah, Korut Peringatkan Korsel Berhenti Bicara Denuklirisasi )
Pada tahun 2000, Korut dan Korsel melakukan pertemuan pertama dan dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat untuk meningkatkan dialog dan kerja sama antara kedua negara. Pada tahun 2018, para pemimpin kedua negara menandatangani deklarasi yang setuju untuk bekerja untuk denuklirisasi total semenanjung Korea dan menghentikan tindakan bermusuhan.
Sementara itu, sebelumnya Kim Yo Jong, adik sekaligus tangan kanan pemimpin Korut, Kim Jong-un memperingatkan tindakan pembalasan terhadap Korsel yang dapat melibatkan militer. Ini menandai peningkatan terbaru ketegangan kedua negara, yang disebabkan oleh pembelot yang telah mengirim kembali propaganda dan makanan dari Korsel ke Korut.
"Korsel dan Korut harus berusaha menghormati semua perjanjian antar-Korea yang dicapai. Pemerintah menanggapi situasi saat ini dengan serius," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (14/6/2020).
( Baca juga: Marah, Korut Peringatkan Korsel Berhenti Bicara Denuklirisasi )
Pada tahun 2000, Korut dan Korsel melakukan pertemuan pertama dan dalam pertemuan itu kedua pihak sepakat untuk meningkatkan dialog dan kerja sama antara kedua negara. Pada tahun 2018, para pemimpin kedua negara menandatangani deklarasi yang setuju untuk bekerja untuk denuklirisasi total semenanjung Korea dan menghentikan tindakan bermusuhan.
Sementara itu, sebelumnya Kim Yo Jong, adik sekaligus tangan kanan pemimpin Korut, Kim Jong-un memperingatkan tindakan pembalasan terhadap Korsel yang dapat melibatkan militer. Ini menandai peningkatan terbaru ketegangan kedua negara, yang disebabkan oleh pembelot yang telah mengirim kembali propaganda dan makanan dari Korsel ke Korut.
Lihat Juga :