Putin: Barat akan Terapkan Sanksi Rusia dalam Kasus Apa Pun
Sabtu, 19 Februari 2022 - 13:20 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/tass
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan sanksi Barat terhadap Rusia dan Belarusia akan diterapkan dalam hal apa pun, alasan untuk ini akan ditemukan.
Putin mengatakan pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
"Sanksi akan dikenakan dalam hal apa pun. Apakah mereka memiliki alasan hari ini, misalnya, sehubungan dengan peristiwa di Ukraina, atau tidak ada alasan seperti itu, itu akan ditemukan, karena tujuannya berbeda, dalam hal ini tujuannya adalah memperlambat perkembangan Rusia dan Belarusia," papar pemimpin Rusia itu, dilansir kantor berita Tass.
Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan
"Dengan tujuan ini, akan selalu ada alasan untuk memberlakukan pembatasan tidak sah tertentu, dan ini tidak lebih dari persaingan tidak sehat," tambah Putin.
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
Dia menekankan bahwa tekanan sanksi "benar-benar tidak sah."
Baca juga: Donbass Membara, 25.000 Warga Sipil Mengungsi ke Rusia
Putin mengatakan pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.
"Sanksi akan dikenakan dalam hal apa pun. Apakah mereka memiliki alasan hari ini, misalnya, sehubungan dengan peristiwa di Ukraina, atau tidak ada alasan seperti itu, itu akan ditemukan, karena tujuannya berbeda, dalam hal ini tujuannya adalah memperlambat perkembangan Rusia dan Belarusia," papar pemimpin Rusia itu, dilansir kantor berita Tass.
Baca juga: Ledakan Dahsyat Terdengar di Donbass, Militer Ukraina Disebut Mulai Serangan
"Dengan tujuan ini, akan selalu ada alasan untuk memberlakukan pembatasan tidak sah tertentu, dan ini tidak lebih dari persaingan tidak sehat," tambah Putin.
Baca juga: Pasukan Ukraina Tembakkan 40 Granat ke Donbass, Tentara NATO Siap Tempur
Dia menekankan bahwa tekanan sanksi "benar-benar tidak sah."
Baca juga: Donbass Membara, 25.000 Warga Sipil Mengungsi ke Rusia
Lihat Juga :