Ukraina Marah pada Israel: Anda Perlakukan Kami seperti Gaza

Sabtu, 19 Februari 2022 - 01:24 WIB
loading...
Ukraina Marah pada Israel:...
Ukraina marah pada Israel karena minta bantuan Rusia untuk evakuasi warganya dari Ukraina jika terjadi perang. Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Ukraina tiba-tiba marah pada Israel . Pemicunya adalah laporan media Zionis yang menyebut Tel Aviv telah meminta bantuan Moskow dalam mengevakuasi warganya di Ukraina jika terjadi perang.

Kementerian Luar Negeri Ukraina telah memanggil duta besar Israel untuk Kiev untuk menuntut penjelasan, menyusul laporan media Zionis tersebut.

Duta Besar Israel untuk Ukraina Michael Brodsky menghadiri pertemuan di Kementerian Luar Negeri Ukraina pada hari Kamis, di mana menurut Tel Aviv ia menjelaskan bahwa Israel memiliki dua tujuan dalam percakapan dengan pejabat Rusia; untuk mendesak deeskalasi dan untuk menyatakan keprihatinan bagi diplomat dan warga Israel.

Baca juga: AS Ngotot Tuduh Rusia Bersiap Invasi, Ini 6 Opsi Caplok Ukraina

Menurut seorang sumber diplomatik Ukraina, kementerian itu kecewa dengan laporan di situs berita Walla bahwa Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel Alon Ushpiz berbicara dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov dengan permintaan untuk membangun koridor kemanusiaan untuk jalan keluar yang aman bagi warga dan diplomat Israel.

“Anda memperlakukan kami seperti apa? Jalur Gaza atau apa? Itu hanya omong kosong," kata sumber diplomatik Ukraina kepada Haaretz.

“Duta Besar dipanggil ke kementerian untuk memberikan penjelasan.”

Israel saat ini berusaha untuk menyeimbangkan hubungannya dengan Rusia dan Ukraina ketika Moskow mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara di perbatasan Ukraina, mengancam akan menyalakan kembali konflik yang mendidih yang sebagian besar telah berubah menjadi perang parit statis dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan keadaan darurat pada hari Sabtu dan mendesak sekitar 15.000 warga Israel di Ukraina untuk pergi sesegera mungkin, menambahkan bahwa itu juga mengantisipasi peningkatan permintaan imigrasi dari komunitas Yahudi setempat.

Menurut Kementerian Luar Negeri Ukraina, sekitar 3.100 warga Israel telah dipulangkan selama seminggu terakhir.

Sumber itu mengatakan Kiev kecewa karena Israel tidak meningkatkan dukungan diplomatik dan moralnya untuk Ukraina dalam menghadapi penumpukan pasukan Rusia di perbatasannya. Menurutnya, bahwa hubungan antara kedua negara “tidak dapat sepihak".

“Kami tidak meminta senjata, tetapi untuk dukungan moral dan upaya diplomatik,” kata sumber diplomatik Ukraina kepada Haaretz, mengungkapkan kemarahannya karena pertemuan hari Minggu antara Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Emine Dzhaparova dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid tidak menghasilkan pernyataan mendukung.

“Tidak ada reaksi apa pun dan Kiev kecewa. Dia berulang kali mengundang Lapid untuk mengunjungi Ukraina dan mungkin Rusia sesudahnya dan menggunakan upaya diplomatik lagi dan lagi, tetapi tidak ada jawaban,” kata pejabat itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Gelar Unjuk Rasa di...
Gelar Unjuk Rasa di Monas, Ini Pernyataan Sikap BEM Persatuan Indonesia
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved