Saran Ironis Kremlin Soal Tuduhan Invasi Rusia ke Ukraina Hari Ini Jam 3 Pagi

Rabu, 16 Februari 2022 - 07:50 WIB
loading...
Saran Ironis Kremlin...
Operator peluncur granat Rusia mengikuti latihan perang di Rostov, Rusia, 14 Desember 2021. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Kremlin bereaksi ironis terhadap laporan sejumlah media Barat tentang "invasi" Rusia ke Ukraina pada hari ini.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyarankan warga Ukraina harus mengatur alarm jam dan melihat apakah sesuatu terjadi.

Awal pekan ini, tabloid Inggris The Mirror mengumumkan waktu "invasi Rusia ke Ukraina" dijadwalkan pada pukul 3 pagi Rabu waktu setempat (01:00 GMT).

Baca juga: Intelijen AS: Invasi Rusia ke Ukraina Akan Dimulai Rabu Pukul 03.00 Pagi

The Mirror menulis tentang ini mengutip sumber intelijen Amerika Serikat (AS), yang diduga melaporkan hal ini kepada karyawan publikasi di Kiev.

Baca juga: Meski Isu Invasi Rusia Gagal Total, AS Punya Teori Baru Plot Kudeta Ukraina

The Sun juga mengumumkan pukul 3 pagi sebagai waktu yang paling mungkin untuk invasi, mengutip intelijen AS.

Baca juga: Ditanya Apakah Pasukan AS Ikut Berperang di Ukraina? Ini Jawaban Pentagon

"Lebih baik bagi mereka untuk mengatur alarm untuk saat ini dan melihat sendiri, apakah Ukraina harus khawatir atau mereka bisa tidur nyenyak hari ini," papar Peskov kepada Sputnik.

Washington sebelumnya mengumumkan akan merelokasi beberapa personel diplomatiknya dari ibu kota Ukraina ke kota Lviv karena masalah keamanan.

Menurut Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, kepergian sebagian besar staf Amerika Serikat dari kedutaan AS di Kiev diperintahkan karena "risiko aksi militer Rusia cukup tinggi dan ancamannya cukup dekat sehingga ini adalah hal yang bijaksana untuk dilakukan."

Dalam beberapa bulan terakhir, Barat dan Ukraina menuduh Rusia membangun pasukan di dekat perbatasan Ukraina sebagai persiapan untuk "invasi".

Moskow telah membantah tuduhan ini, berulang kali menyatakan bahwa itu tidak mengancam siapa pun dan pada saat yang sama mengungkapkan keprihatinan yang kuat atas aktivitas militer NATO di dekat perbatasan Rusia, yang dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasionalnya.

Moskow juga mengatakan Rusia memiliki hak memindahkan pasukan di dalam wilayahnya.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved