Khawatir Rusia Akan Invasi Ukraina, AS Kembali Kirim 3.000 Pasukan ke Polandia

Sabtu, 12 Februari 2022 - 07:45 WIB
loading...
Khawatir Rusia Akan...
AS kembali kirim 3.000 pasukan ke Polandia di tengah kekhawatiran Rusia menginvasi Ukraina kapan saja. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Pentagon mengumumkan bahwa mereka mengirim 3.000 tentara lagi dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Polandia untuk mendukung negara sekutu NATO itu pada Jumat waktu setempat. Ini dilakukan karena khawatir invasi Rusia ke Ukraina dapat terjadi kapan saja.

Seorang pejabat senior pertahanan Amerika Serikat (AS) mengkonfirmasi bahwa anggota tim tempur brigade infanteri divisi itu akan dikirim dari Fort Bragg di North Carolina selama akhir pekan dan akan berada di tempatnya pada awal minggu depan.

Nantinya pasukan yang baru datang itu akan bergabung dengan 1.700 rekan mereka yang diperintahkan ke Polandia oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin minggu lalu. Pejabat itu mengatakan bahwa sekitar dua pertiga dari kelompok pasukan itu telah tiba.

Baca juga: Siap Tempur, Gelombang Pertama Pasukan Lintas Udara AS Tiba di Polandia

Pengerahan awal ke Polandia adalah bagian dari serangkaian manuver di mana 300 anggota Korps Lintas Udara ke-18 dikirim ke Jerman dari AS. 1.000 pasukan lain yang berbasis di Jerman dari Resimen Kavaleri ke-2 dipindahkan ke Rumania, negara sekutu NATO lain yang berbatasan dengan Ukraina.

“Semuanya, 5.000 personel tambahan ini terdiri dari kekuatan yang sangat mobile dan fleksibel, yang mampu melakukan banyak misi,” kata pejabat senior pertahanan itu.

“Mereka dikerahkan untuk meyakinkan sekutu NATO kami, mencegah potensi agresi terhadap sayap timur NATO, berlatih dengan pasukan negara tuan rumah, dan berkontribusi pada berbagai kemungkinan,” imbuhnya seperti dilansir dari New York Post, Sabtu (12/2/2022).

Berita tentang pengerahan pasukan AS terakhir ini datang ketika Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mendesak warga Amerika untuk meninggalkan Ukraina dalam waktu "24 hingga 48" jam dan laporan beredar bahwa para pejabat AS percaya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memutuskan untuk menyerang negara tetangganya di bagian barat itu.

Baca juga: AS: Rusia Bisa Invasi Ukraina Kapan Saja Termasuk Selama Olimpiade

Pentagon belum secara eksplisit mengatakan bahwa pasukan AS berada di Polandia untuk membantu warga Amerika mendapatkan keselamatan dari invasi Rusia, tetapi sekretaris pers Pentagon John Kirby mengatakan pada hari Rabu bahwa ia tidak dapat mengesampingkan kemungkinan itu.

“Tentara-tentara ini dapat digunakan dalam tingkat tertentu dengan bantuan evakuasi di sisi lain perbatasan itu,” katanya.

"Dan tentu saja, mereka akan siap untuk melakukan itu," imbuhnya.

“Jika warga Amerika yang berada di Ukraina mengindahkan peringatan yang mereka dapatkan dari Departemen Luar Negeri dan dari presiden sendiri, seharusnya tidak perlu bagi Lintas Udara ke-82 untuk membantu misi evakuasi,” ujar Kirby.

“Jika orang Amerika yang berada di Ukraina memperhatikan peringatan dan nasihat yang mereka dapatkan, maka lakukan hal yang benar selagi ada waktu untuk melakukannya,” tukasnya.

Baca juga: Deplu AS Imbau Warga Amerika di Ukraina Segera Pergi

Para pejabat Barat percaya Rusia memiliki antara 100.000 dan 140.000 tentara yang berkumpul di sepanjang perbatasan baratnya dengan Ukraina, dengan ribuan pasukan lainnya mengambil bagian dalam latihan militer bersama di Belarusia yang dijadwalkan berlangsung hingga 20 Februari.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved