Taliban Dulu Hancurkan Situs UNESCO Ini, Kini Dilaporkan Digali Demi Harta Karun

Jum'at, 11 Februari 2022 - 00:34 WIB
loading...
A A A
Naweed dan cendekiawan Afghanistan lainnya telah menulis surat kepada UNESCO mendesak mereka untuk mengambil tindakan guna menghentikan penjarahan lebih lanjut dari reruntuhan situs arkeologi yang tak tergantikan.

Baca juga: Taliban Klaim Bakal Segera Dapat Pengakuan Internasional

Direktorat informasi dan budaya lokal Taliban telah meyakinkan bahwa semua penggalian di dalam dan di sekitar situs telah dihentikan, dengan situs bersejarah itu "di bawah kendali" dan "dilindungi". Namun, laporan lain menunjukkan bahwa pejabat Taliban dari Kabul telah ditolak aksesnya ke daerah tersebut.

Patung Buddha Bamiyan dihancurkan oleh Taliban pada bulan Maret 2001, yang memandang mereka sebagai "berhala" dan "dewa orang-orang kafir". Kehancuran mereka hanya menyisakan rongga di mana patung-patung monumental, yang dibangun antara abad ke-6 dan ke-7, pernah berdiri. Kehancuran mereka memicu kecaman internasional.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Iran Desak UNESCO Kutuk...
Iran Desak UNESCO Kutuk Ancaman Israel Serang Jalur Kereta Api, Pakar Peringatkan Kejahatan Perang
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Wakili Kaum Muda, Joshua...
Wakili Kaum Muda, Joshua SEVENTEEN Akan Berpidato di Markas UNESCO Paris
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Tobat Jatuh Cinta Jadi...
Tobat Jatuh Cinta Jadi Sinetron Komedi Komunal Terbaru RCTI, Ini Cerita di Balik Produksinya
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
4 Harta Karun Mineral...
4 Harta Karun Mineral RI yang Jadi Rebutan Asing
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved