Di Ambang Perang dengan Rusia, Ukraina Dapat Pasokan Rudal Anti-kapal dari Inggris

Rabu, 09 Februari 2022 - 06:07 WIB
loading...
Di Ambang Perang dengan...
Inggris akan mempersenjatai Ukraina dengan rudal anti kapal di tengah ketegangan dengan Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
LONDON - Inggris akan memasok Ukraina dengan rudal anti-kapal yang berpotensi digunakan melawan Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam . Hal itu diungkapkan utusan Ukraina untuk Inggris, Vadim Pristayko, dalam sebuah wawancara dengan Novoye Radio pada hari Selasa.

Namun, diplomat Ukraina itu tidak merinci amunisi apa yang dikirim London atau kapan rudal itu akan tiba di Ukraina.

“Untuk pertama kalinya, angkatan bersenjata kami, khususnya Angkatan Laut, akan menerima senjata nyata, rudal yang pada akhirnya akan memungkinkan kami untuk melawan Rusia di Laut Hitam dan Azov,” kata Pristayko seperti dilansir dari RT, Rabu (9/2/2022).

Pengiriman rudal anti-kapal yang akan datang tampaknya berada di bawah kesepakatan USD 2,3 miliar (Rp33 triliun), yang dicapai oleh London dan Kiev tahun lalu. Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris memberi Ukraina pinjaman, yang harus dibayar kembali oleh Kiev dalam waktu 10 tahun, dengan dana yang akan digunakan untuk perangkat keras militer terkait angkatan laut yang dipasok oleh Inggris.

Baca juga: Ukraina Amankan Kesepakatan Senjata Rp33 Triliun dengan Inggris

Menurut Pristayko, peralatan tersebut mencakup dua kapal penyapu ranjau yang saat ini sedang "dipasang kembali" di galangan kapal di Skotlandia, serta perangkat keras lainnya.

“Angkatan bersenjata kami tidak pernah menerima dana serius seperti itu dari luar negeri untuk pengembangan mereka,” ungkap diplomat Ukraina itu.

Ukraina telah menikmati peningkatan bantuan militer asing dalam beberapa bulan terakhir di tengah kekhawatiran serangan yang diduga membayangi tetangganya, Rusia. Inggris telah menjadi salah satu pemasok senjata utama Ukraina, mengirimkan sejumlah besar rudal anti-tank NLAW pada bulan Januari, serta mengerahkan instruktur militer tambahan untuk mengajar pasukan Ukraina mengoperasikan sistem senjata tersebut.

Baca juga: Terus Memanas, Inggris Kirim Pasukan Elit dan Ribuan Senjata Anti-Tank ke Ukraina

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba pada hari Senin mengungkapkan skala bantuan militer asing yang telah diterima Ukraina.

"Ukraina mendapat lebih banyak dukungan politik dan ekonomi internasional, serta keamanan," kata diplomat tinggi Kiev itu.

“Selama beberapa minggu dan bulan ini, kami telah menerima lebih dari USD1,5 miliar, dan lebih dari 1.000 ton senjata dan persenjataan,” imbuhnya.

Media Barat dan politisi papan atas telah berulang kali memperingatkan invasi Moskow yang diduga akan segera terjadi ke Ukraina, yang sejauh ini gagal terwujud, tanpa bukti kuat tentang keberadaan rencana semacam itu yang pernah dibuat.

Baca juga: Putin: Jika Ukraina Gabung NATO, Perang dengan Rusia!

Moskow sendiri secara konsisten menolak upaya untuk menyerang Kiev, menyangkal klaim bahwa pergerakan pasukannya di sekitar perbatasan Belarusia atau Ukraina mengancam tetangganya itu.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved