Iran Sambut Keringanan Sanksi AS tapi Tegaskan Itu Tak Cukup
Minggu, 06 Februari 2022 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
“Pengesampingan sanksi dimaksudkan membantu menutup kesepakatan tentang pengembalian bersama ke implementasi penuh JCPOA dan meletakkan dasar bagi Iran untuk kembali ke kinerja komitmen JCPOA-nya,” ujar Departemen Luar Negeri AS dalam pemberitahuan kepada Kongres.
Setelah menjabat pada Januari 2021, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia terbuka untuk kembali ke JCPOA jika Iran kembali mematuhinya.
Teheran menjawab bahwa Washington harus mematuhi terlebih dahulu, dimulai dengan penghapusan sanksi.
“Jika para pihak siap mencabut sanksi, dasar untuk mencapai kesepakatan tentang masalah nuklir benar-benar siap,” ujar Presiden Iran Ebrahim Raisi kepada RT dalam wawancara eksklusif bulan lalu.
Diskusi yang bertujuan menghidupkan kembali JCPOA saat ini sedang berlangsung di Wina. Perunding AS dan Iran, bersama dengan delegasi dari Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia, sejauh ini telah mengadakan delapan putaran pembicaraan di ibukota Austria.
Setelah menjabat pada Januari 2021, Presiden AS Joe Biden mengatakan dia terbuka untuk kembali ke JCPOA jika Iran kembali mematuhinya.
Teheran menjawab bahwa Washington harus mematuhi terlebih dahulu, dimulai dengan penghapusan sanksi.
“Jika para pihak siap mencabut sanksi, dasar untuk mencapai kesepakatan tentang masalah nuklir benar-benar siap,” ujar Presiden Iran Ebrahim Raisi kepada RT dalam wawancara eksklusif bulan lalu.
Diskusi yang bertujuan menghidupkan kembali JCPOA saat ini sedang berlangsung di Wina. Perunding AS dan Iran, bersama dengan delegasi dari Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia, sejauh ini telah mengadakan delapan putaran pembicaraan di ibukota Austria.
(sya)
Lihat Juga :