Jejak Berdarah Bos ISIS Al-Qurayshi: Arsitek Genosida Yazidi
Jum'at, 04 Februari 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
Saat mengumumkan kematian al-Qurayshi, Biden mengatakan dunia bebas dari seorang pria yang dia gambarkan sebagai kekuatan pendorong di balik genosida orang-orang Yazidi di Irak barat laut pada 2014, ketika pembantaian menyapu bersih desa, ribuan wanita dan gadis muda dijual sebagai budak dan pemerkosaan digunakan sebagai senjata perang.
Pada 2019 lalu, Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo mengatakan al-Qurayshi membantu mendorong dan membenarkan penculikan, pembantaian, dan perdagangan minoritas Yazidi di barat laut Irak dan juga memimpin beberapa operasi teroris global kelompok itu.
Departemen Luar Negeri AS awalnya menawarkan hadiah USD5 juta untuk penangkapannya pada pertengahan 2019, dan hadiah ini meningkat menjadi USD10 juta (Rp143,7 miliar) pada tahun 2020 merujuk pada perannya atas pembantaian kelompok minoritas Yazidi.
Baca juga: Enam Anak Tewas dalam Serangan Pasukan Khusus AS di Suriah: Ada Darah di Mana-mana
Penargetan Yazidi adalah salah satu kejahatan paling mengerikan dari ISIS selama periode singkat kelompok ekstrimis itu menguasai bagian utara Irak. Sejak Agustus 2014, ISIS terlibat dalam pembunuhan massal, kekerasan seksual, penyiksaan dan perbudakan terhadap Yazidi, kelompok minoritas berbahasa Kurdi yang mempraktikkan agama monoteistik dan sebagian besar tinggal di wilayah Sinar, Irak.
Menurut data dari Amnesty International pada November 2021, lebih dari 5.000 orang tewas dan lebih dari 400.000 orang mengungsi dari rumah mereka.
Pada 2019 lalu, Menteri Luar Negeri AS saat itu Mike Pompeo mengatakan al-Qurayshi membantu mendorong dan membenarkan penculikan, pembantaian, dan perdagangan minoritas Yazidi di barat laut Irak dan juga memimpin beberapa operasi teroris global kelompok itu.
Departemen Luar Negeri AS awalnya menawarkan hadiah USD5 juta untuk penangkapannya pada pertengahan 2019, dan hadiah ini meningkat menjadi USD10 juta (Rp143,7 miliar) pada tahun 2020 merujuk pada perannya atas pembantaian kelompok minoritas Yazidi.
Baca juga: Enam Anak Tewas dalam Serangan Pasukan Khusus AS di Suriah: Ada Darah di Mana-mana
Penargetan Yazidi adalah salah satu kejahatan paling mengerikan dari ISIS selama periode singkat kelompok ekstrimis itu menguasai bagian utara Irak. Sejak Agustus 2014, ISIS terlibat dalam pembunuhan massal, kekerasan seksual, penyiksaan dan perbudakan terhadap Yazidi, kelompok minoritas berbahasa Kurdi yang mempraktikkan agama monoteistik dan sebagian besar tinggal di wilayah Sinar, Irak.
Menurut data dari Amnesty International pada November 2021, lebih dari 5.000 orang tewas dan lebih dari 400.000 orang mengungsi dari rumah mereka.
Lihat Juga :