Rusia Tolak Mundur, AS Kerahkan 3.000 Tentara di Dekat Ukraina

Kamis, 03 Februari 2022 - 10:09 WIB
loading...
A A A
Tapi itu tidak mungkin untuk meredakan kemarahan Putin, yang menuduh Amerika Serikat dan NATO berusaha untuk "menahan" Rusia dengan menempatkan pasukan dan senjata strategis di perbatasannya.

“Ukraina sendiri hanyalah alat untuk mencapai tujuan ini,” kata Putin pada hari Selasa dalam komentar besar pertamanya dalam beberapa minggu tentang krisis tersebut.

Putin telah menuntut jaminan bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan NATO, dan secara implisit mengancam negara pecahan Soviet itu dengan pengerahan militer besar-besaran.

Rusia juga ingin NATO dan Amerika Serikat untuk mengantisipasi penyebaran sistem rudal di dekat perbatasan Rusia dan untuk menarik kembali pasukan NATO di Eropa timur.

Putin telah membiarkan pintu terbuka untuk pembicaraan, mengatakan dia sedang mempelajari proposal Barat yang ditetapkan bulan lalu sebagai tanggapan atas tuntutan Rusia, dan dia berharap bahwa pada akhirnya semua pihak akan menemukan solusi.

Tetapi dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kemarin, dia mencatat keengganan NATO untuk secara memadai menanggapi kekhawatiran Rusia yang beralasan.

Kremlin juga mengeklaim mendapat dukungan China dalam kebuntuan krisis tersebut, dan itu akan ditunjukkan ketika Putin bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing besok.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved