Mesir-Korsel Teken Kesepakatan Rp23,6 Triliun untuk Tank Howitzer K9
Kamis, 03 Februari 2022 - 02:32 WIB
loading...
Mesir-Korsel teken kesepakatan Rp23,6 triliun untuk tank Howitzer K9. FOTO/Getty Images
A
A
A
KAIRO - Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (1/2/2022) menandatangani kontrak untuk menjual Howitzer self-propelled K9 ke Mesir dalam kesepakatan senilai lebih dari USD1,65 miliar (Rp23,6 triliun). Ini menandai pertamakalinya sistem artileri itu masuk ke pasar Afrika.
Hanwha Defense, pabrikan Korsel dan kementerian pertahanan Mesir menandatangani kesepakatan ekspor K9 terbesar di Artillery House, sebuah fasilitas militer di Kairo, Mesir. Kesepakatan ini mengakhiri lebih dari 10 tahun pembicaraan terus-menerus antara kedua belah pihak.
Baca: AS Setuju Jual Senjata Senilai Rp35 Triliun ke Mesir
Menurut Defense Acquisition Program Administration (DAPA), kesepakatan itu termasuk produksi K9 di Mesir dan transfer teknologi. DAPA tidak merinci rincian lainnya, termasuk kapan dan berapa banyak howitzer K9 yang akan dipasok ke Mesir.
Kesepakatan itu akan menjadikan Mesir negara asing kedelapan yang mengadopsi sistem K9. Negara lain yang juga memilih sistem tersebut adalah Turki, Polandia, India, Norwegia, Finlandia, Estonia, dan Australia.
"Ini adalah pencapaian yang dicapai melalui kombinasi kerja sama teknologi, kolaborasi dalam hal produksi lokal dan dukungan pan-pemerintah, yang melampaui hubungan transaksional antara kedua negara," kata kepala DAPA, Kang Eun-ho seperti dikutip dari kantor berita Yonhap.
Baca: Pengadilan Mesir Hukum Mati 10 Anggota Ikhwanul Muslimin
Hanwha Defense, pabrikan Korsel dan kementerian pertahanan Mesir menandatangani kesepakatan ekspor K9 terbesar di Artillery House, sebuah fasilitas militer di Kairo, Mesir. Kesepakatan ini mengakhiri lebih dari 10 tahun pembicaraan terus-menerus antara kedua belah pihak.
Baca: AS Setuju Jual Senjata Senilai Rp35 Triliun ke Mesir
Menurut Defense Acquisition Program Administration (DAPA), kesepakatan itu termasuk produksi K9 di Mesir dan transfer teknologi. DAPA tidak merinci rincian lainnya, termasuk kapan dan berapa banyak howitzer K9 yang akan dipasok ke Mesir.
Kesepakatan itu akan menjadikan Mesir negara asing kedelapan yang mengadopsi sistem K9. Negara lain yang juga memilih sistem tersebut adalah Turki, Polandia, India, Norwegia, Finlandia, Estonia, dan Australia.
"Ini adalah pencapaian yang dicapai melalui kombinasi kerja sama teknologi, kolaborasi dalam hal produksi lokal dan dukungan pan-pemerintah, yang melampaui hubungan transaksional antara kedua negara," kata kepala DAPA, Kang Eun-ho seperti dikutip dari kantor berita Yonhap.
Baca: Pengadilan Mesir Hukum Mati 10 Anggota Ikhwanul Muslimin
Lihat Juga :