Ketegangan Meningkat, Keluarga Diplomat AS Diperintahkan Tinggalkan Belarusia
Selasa, 01 Februari 2022 - 19:11 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pejabat AS mengklaim latihan militer Rusia di Belarusia dan dekat perbatasan dengan Ukraina bisa menjadi awal invasi, Moskow telah berulang kali membantah memiliki rencana untuk melancarkan serangan.
Pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, utusan Rusia Vassily Nebenzia malah menuduh Washington ingin memprovokasi eskalasi atas Ukraina, dengan alasan bahwa pembicaraan tentang perang yang akan datang adalah provokasi itu sendiri.
“Sepertinya Anda menyerukan ini, menginginkan dan menunggu hal itu terjadi. Seolah-olah Anda ingin membuat tuduhan Anda menjadi kenyataan,” ujarnya.
Baca juga: Rusia dan AS Bertengkar Hebat di Dewan Keamanan PBB Soal Ukraina
Kiev juga mengecilkan kemungkinan pecahnya perang, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pekan lalu bahwa pemerintahnya belum melihat eskalasi yang lebih besar dari sebelumnya. Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksiy Reznikov, berpendapat hal yang sama, menunjukkan bahwa laporan media Barat telah melebih-lebihkan dugaan ancaman, karena panik dan ketakutan adalah yang paling mudah mendapatkan reaksi.
Pada pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, utusan Rusia Vassily Nebenzia malah menuduh Washington ingin memprovokasi eskalasi atas Ukraina, dengan alasan bahwa pembicaraan tentang perang yang akan datang adalah provokasi itu sendiri.
“Sepertinya Anda menyerukan ini, menginginkan dan menunggu hal itu terjadi. Seolah-olah Anda ingin membuat tuduhan Anda menjadi kenyataan,” ujarnya.
Baca juga: Rusia dan AS Bertengkar Hebat di Dewan Keamanan PBB Soal Ukraina
Kiev juga mengecilkan kemungkinan pecahnya perang, dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pekan lalu bahwa pemerintahnya belum melihat eskalasi yang lebih besar dari sebelumnya. Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksiy Reznikov, berpendapat hal yang sama, menunjukkan bahwa laporan media Barat telah melebih-lebihkan dugaan ancaman, karena panik dan ketakutan adalah yang paling mudah mendapatkan reaksi.
Lihat Juga :