Terungkap, Tentara Bayaran Tiba di Ukraina Berkedok Instruktur Militer Asing

Senin, 31 Januari 2022 - 14:27 WIB
loading...
Terungkap, Tentara Bayaran...
Tentara bayaran terus berdatangan di wilayah konflik Ukraina. Foto/REUTERS
A A A
DONBASS - Ada peningkatan jumlah tentara bayaran di Ukraina tenggara (Donbass), yang tiba di sana dengan kedok instruktur militer asing. Perkembangan ini semakin memperparah ketegangan di wilayah itu.

Tuduhan itu diungkapkan Pemimpin Republik Rakyat Lugansk (LPR) yang memproklamirkan kemerdekaan dari Ukraina, Leonid Pasechnik, mengatakan kepada Sputnik pada Senin (31/1/2022).

"Ini bukan rahasia sama sekali, itu adalah data resmi bahwa ratusan instruktur asing dari negara-negara NATO berdalih rotasi di wilayah Ukraina ... Selain itu, tentara bayaran langsung juga tiba di Ukraina dengan kedok instruktur," ungkap Pasechnik.

Baca juga: Rusia Ingin Punya Hubungan Saling Menghormati dengan AS

Dia menunjukkan, “Ketika negara-negara Barat mengatakan mereka mengirim 200 instruktur ke Kiev bersama persenjataan, untuk membantu melatih prajurit Ukraina, kemungkinan bahwa para pelatih ini adalah spesialis yang khusus dari perusahaan militer yang, jika terjadi penggunaan konflik, dapat menggunakan persenjataan yang disediakan di jalur kontak di Donbass.”

Baca juga: AS Tak akan Kirim Pasukan Tempur ke Ukraina, Tapi dengan Catatan

"Dan saya bisa memberitahu Anda bahwa itu sama sekali tidak dijamin bahwa para instruktur tentara bayaran ini akan mematuhi setidaknya beberapa perintah komandan Ukraina. Mereka memiliki majikan sendiri dan tugas mereka sendiri," ungkap Paschnik kepada Sputnik.

Baca juga: Putin dan Macron Gelar Diskusi Genting, Isinya Berisiko Tinggi!

Departemen Tantangan dan Ancaman Baru Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan keprihatinan atas laporan kegiatan oleh perusahaan militer swasta Amerika Serikat (PMC) di Ukraina tenggara.

Menurut LPR, ada tentara bayaran dari Academi (Blackwater) PMC di Donbass.

Ketegangan di wilayah ini terus meningkat selama beberapa pekan terakhir, karena AS dan Inggris mengklaim Rusia sedang merencanakan invasi Ukraina.

Moskow membantah tuduhan itu, menyebut itu berita palsu dan menuduh Barat merencanakan provokasi di Donbass.

Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan mencatat negara-negara NATO "memompa" Ukraina dengan senjata baru, yang menciptakan ancaman keamanan bagi Rusia.

Konflik di Ukraina timur dimulai pada musim semi 2014 setelah Donetsk dan Lugansk memproklamirkan kemerdekaan mereka.

Pihak berwenang Ukraina meluncurkan operasi militer untuk mencoba menghancurkan pasukan pendukung kemerdekaan di timur negara itu setelah kudeta yang didukung Barat Februari 2014 di Kiev.

Perang itu mengarah pada kematian hingga 31.000 orang, dengan puluhan ribu orang lebih terluka, dan lebih dari 2,5 juta penduduk terlantar secara eksternal atau internal.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved