Ditolak Selandia Baru, Jurnalis Ini Minta Bantuan Taliban
Sabtu, 29 Januari 2022 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
"Ini tidak biasa dan merupakan contoh tim yang membantu warga Selandia Baru yang berada dalam situasi menyedihkan," tulis Bunny.
Baca juga: PM Selandia Baru Batal Nikah Gara-gara Wabah Varian Omicron
Selandia Baru telah berhasil menjaga penyebaran virus COVID-19 seminimal mungkin selama pandemi dan telah melaporkan hanya 52 kematian di antara populasinya yang berjumlah 5 juta.
Tetapi persyaratan negara itu menyatakan bahkan warga yang kembali dari luar negeri menghabiskan 10 hari untuk mengisolasi diri di hotel karantina yang dijalankan oleh militer telah menyebabkan ribuan orang yang ingin kembali ke rumah berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat.
Kisah warga yang terdampar di luar negeri dalam keadaan yang mengerikan telah menyebabkan rasa malu bagi Perdana Menteri Jacinda Ardern dan pemerintahannya, tetapi situasi Bellis sangat mencolok.
Tahun lalu, dia bekerja untuk Al Jazeera yang meliput penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan ketika dia mendapat perhatian internasional dengan menanyai para pemimpin Taliban tentang perlakuan mereka terhadap perempuan dan anak perempuan.
Baca juga: PM Selandia Baru Batal Nikah Gara-gara Wabah Varian Omicron
Selandia Baru telah berhasil menjaga penyebaran virus COVID-19 seminimal mungkin selama pandemi dan telah melaporkan hanya 52 kematian di antara populasinya yang berjumlah 5 juta.
Tetapi persyaratan negara itu menyatakan bahkan warga yang kembali dari luar negeri menghabiskan 10 hari untuk mengisolasi diri di hotel karantina yang dijalankan oleh militer telah menyebabkan ribuan orang yang ingin kembali ke rumah berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat.
Kisah warga yang terdampar di luar negeri dalam keadaan yang mengerikan telah menyebabkan rasa malu bagi Perdana Menteri Jacinda Ardern dan pemerintahannya, tetapi situasi Bellis sangat mencolok.
Tahun lalu, dia bekerja untuk Al Jazeera yang meliput penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan ketika dia mendapat perhatian internasional dengan menanyai para pemimpin Taliban tentang perlakuan mereka terhadap perempuan dan anak perempuan.
(ian)
Lihat Juga :