Trump Jatuhkan Sanksi kepada ICC

Jum'at, 12 Juni 2020 - 00:56 WIB
loading...
A A A
Dalam pengajuan kasus ke pengadilan pada 2017, Bensouda mengatakan jaksa penuntut telah menemukan bukti yang dapat dipercaya bahwa pasukan AS telah menjadikan setidaknya 54 tahanan di perkosa, disiksa dan mendapatkan perlakuan kejam lainnya pada 2003 dan 2004 di Afghanistan. Bensouda juga mengatakan bahwa petugas CIA yang beroperasi di lokasi-lokasi di Polandia, Romania, dan Latvia melakukan hal serupa kepada setidaknya 24 orang lainnya.

Sementara pemerintah AS telah membuat Bensouda terkena pembatasan visa sebelumnya, perintah eksekutif terbaru ini memperluas daftar pejabat yang dapat menghadapi batasan perjalanan dan pembekuan aset. Perintah eksekutif ini juga mencakup siapa saja yang telah secara material membantu, mensponsori, atau memberikan dukungan finansial, materi, atau teknologi kepada para pejabat yang ditargetkan oleh ICC.

Bahasa itu membuka kemungkinan bahwa AS dapat memberi sanksi kepada negara-negara yang bersekutu seperti Prancis, Jerman dan Inggris, yang bersama dengan negara-negara anggota lainnya mendanai sebagian besar kegiatan ICC.

"Apa pun pandangan Anda tentang ICC, ini adalah keputusan untuk mengintimidasi pengadilan internasional yang menggunakan sanksi ekonomi, dan ada biaya untuk itu," kata Stephen Pomper, direktur senior untuk kebijakan di International Crisis Group dan pejabat Dewan Keamanan Nasional di bawah mantan Presiden Barack Obama.

"Ini akan merusak legitimasi sanksi AS sebagai alat untuk mempromosikan hak asasi manusia dan Amerika Serikat sebagai suara untuk supremasi hukum," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Trump Murka Houthi Serang...
Trump Murka Houthi Serang 2 Kapal Tanker Saudi, Ancam Gempur Iran Habis-habisan
Rekomendasi
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved