China Kesal AS Tarik Staf Diplomatik di Tengah Pengetatan Aturan Pandemi
Rabu, 26 Januari 2022 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
Surat kabar Partai Komunis yang berkuasa Global Times menggambarkan permintaan yang dilaporkan untuk menarik staf dan keluarganya sebagai penghinaan yang disengaja menjelang Olimpiade.
“Eksklusif: Trik kotor lagi! A.S. berencana untuk mengizinkan keberangkatan staf dari kedutaan besar di China atas epidemi menjelang Olimpiade Beijing," demikian judul utama surat kabar itu pada edisi online-nya.
Kelompok hak asasi manusia telah menyerukan pemboikotan Olimpiade atas perlakuan China terhadap Muslim Uighur dan minoritas lainnya. AS dan sekutu utamanya telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirim pejabat untuk hadir sebagai protes.
Baca juga: Balas Tindakan Beijing, AS Tangguhkan Penerbangan Maskapai China
China telah menepis itu terkait boikot diplomatik, dan Zhao mengatakan China memandang permintaan penarikan itu sebagai motif politik.
“China telah menyatakan keprihatinan dan ketidakpuasan serius kepada pihak AS dalam hal ini, dan kami berharap AS akan mematuhi dan bekerja sama dengan aturan COVID kami, mengambil posisi dan keprihatinan China dengan serius, dan dengan hati-hati mempertimbangkan apa yang disebut masalah keberangkatan resmi staf diplomatik dan konsulernya," pungkas Zhao.
“Eksklusif: Trik kotor lagi! A.S. berencana untuk mengizinkan keberangkatan staf dari kedutaan besar di China atas epidemi menjelang Olimpiade Beijing," demikian judul utama surat kabar itu pada edisi online-nya.
Kelompok hak asasi manusia telah menyerukan pemboikotan Olimpiade atas perlakuan China terhadap Muslim Uighur dan minoritas lainnya. AS dan sekutu utamanya telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirim pejabat untuk hadir sebagai protes.
Baca juga: Balas Tindakan Beijing, AS Tangguhkan Penerbangan Maskapai China
China telah menepis itu terkait boikot diplomatik, dan Zhao mengatakan China memandang permintaan penarikan itu sebagai motif politik.
“China telah menyatakan keprihatinan dan ketidakpuasan serius kepada pihak AS dalam hal ini, dan kami berharap AS akan mematuhi dan bekerja sama dengan aturan COVID kami, mengambil posisi dan keprihatinan China dengan serius, dan dengan hati-hati mempertimbangkan apa yang disebut masalah keberangkatan resmi staf diplomatik dan konsulernya," pungkas Zhao.
(ian)
Lihat Juga :