India Gempar, Film Pemuja Pembunuh Mahatma Gandhi Dirilis saat Hari Kematiannya

Selasa, 25 Januari 2022 - 15:41 WIB
loading...
India Gempar, Film Pemuja...
Cuplikan film yang mengangkat pembunuh Mahatma Gandhi. Foto/twitter
A A A
NEW DELHI - Mahatma Gandhi yang jadi ikon perjuangan kemerdekaan India dan dikenal sebagai Bapak Bangsa dibunuh pada 30 Januari 1948 di New Delhi pada usia 78 tahun oleh seorang nasionalis Hindu, Nathuram Vinayak Godse.

Setelah membunuh Gandhi, pria itu tidak mencoba melarikan diri dan dapat dengan mudah ditangkap. Dia kemudian dijatuhi hukuman mati pada 8 November 1949.



Kini peristiwa tragis itu akan diangkat dalam film yang sangat kontroversi karena peran utamanya adalah sang pembunuh Gandhi.

Baca juga: Rusia: Ukraina Kumpulkan Pasukan di Jalur Kontak Donbass, Siap Menyerang!

Kontroversi baru atas film berbahasa Hindi berjudul "Why I Killed Gandhi" itu menggemparkan internet.

Baca juga: Inggris Mulai Tarik Staf dari Kedubes di Ukraina, Perang di Depan Mata?

Sputnik melaporkan pada Selasa (25/1/2022) bahwa beberapa politisi India, All India Cine Workers Association (AICWA), dan netizen menuduh pembuat film itu justru memuja pembunuh Mahatma Gandhi, Nathuram Vinayak Godse.

Baca juga: Kapal Perang Rusia Gelar Misi Jarak Jauh, Lihat Langsung Penampakannya

Direkam pada 2017 oleh sutradara Ashok Tyagi, film ini dijadwalkan akan dirilis di berbagai platform streaming pada 30 Januari 2022 atau tepat saat hari Gandhi, yang dianggap sebagai ikon global non-kekerasan, dibunuh pada 1948.

Politisi Partai Kongres Nana Patole dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Negara Bagian Maharashtra Uddhav Thackeray telah mendesaknya untuk melarang rilis film tersebut.

Salah satu pemimpin terbesar India, ideologi kebenaran, perdamaian, dan anti-kekerasan Mahatma Gandhi dihormati di seluruh dunia. Peringatan kematiannya diperingati secara global sebagai hari yang melambangkan ajarannya.

"Jika film 'Why I Killed Gandhi' diizinkan untuk dirilis pada hari pembunuhan Gandhiji, itu akan memberi kekuatan pada kekuatan fasis. Oleh karena itu, kami meminta Anda memerintahkan pelarangan film tersebut," tulis Patole dalam suratnya.

Film ini juga menghadapi kritik karena politisi Partai Kongres Nasionalis (NCP) dan mantan aktor Amol Kolhe telah memainkan peran sebagai pembunuh Gandhi.

Asosiasi Pekerja Sinema Seluruh India (AICWA) juga telah menulis surat kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan mengatakan jika film tersebut dirilis, seluruh bangsa akan terkejut dan hancur oleh tayangan kejahatan keji yang terjadi pada 30 Januari 1948.

"Film ini memuliakan Nathuram Godse, pengkhianat dan pembunuh bapak bangsa Mahatma Gandhiji. Gandhiji adalah seseorang yang dikagumi seluruh INDIA dan dunia, Ideologi Gandhiji adalah simbol Cinta dan Pengorbanan untuk setiap orang India," ungkap surat itu.

Penasaran dengan trailer filmnya, beberapa orang di internet dengan bersemangat menunggu untuk mengetahui mengapa Godse membunuh Mahatma Gandhi.

Namun, netizen yang lain menentang film tersebut dan menyerukan larangan film tersebut.

Situasi ini membuat netizen terpecah antara pendukung dan penentang film tersebut.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Putusan Kasus Chromebook Hari Ini
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved