Irlandia Protes Rencana Latihan Tembak Kapal Perang Rusia

Selasa, 25 Januari 2022 - 09:48 WIB
loading...
Irlandia Protes Rencana Latihan Tembak Kapal Perang Rusia
Irlandia protes rencana latihan tembak kapal-kapal perang Rusia di dekat perairannya di tengah ketegangan yang memanas terkait krisis Ukraina. Foto/TASS
A A A
DUBLIN - Dublin memprotes rencana pengerahan kapal perang Rusia untuk latihan tempur besar-besaran di dekat wilayah perairan Irlandia. Langkah Moskow itu dinilai sudah terlalu jauh ketika ketegangan terkait krisis Ukraina dirasakan di seluruh Eropa.

Protes disampaikan Menteri Luar Negeri Simon Coveney saat berbicara kepada wartawan di Brussels pada hari Senin.

Coveney mengatakan dia telah memperingatkan duta besar Rusia di Dublin bahwa latihan tempur itu tidak diterima oleh pemerintah Irlandia.

Baca juga: Cemas Digempur Rusia, Barat Bersatu Pasang Badan untuk Ukraina

Namun, dia mengakui bahwa para pejabat tidak memiliki kekuatan untuk mencegah hal ini terjadi karena akan berlangsung di perairan internasional.

Kapal-kapal perang Rusia akan berpartisipasi dalam latihan tembak yang merupakan bagian dari rangkaian latihan perang secara terpisah yang lebih luas di Laut Mediterania dan Laut Utara, serta Atlantik Timur Laut dan Samudra Pasifik.

Lebih dari 140 kapal perang dan kapal pendukung serta sekitar 10.000 tentara direncanakan akan ambil bagian dalam manuver Februari mendatang.

Coveney mengakui bahwa rencana latihan tempur kapal-kapal perang Rusia akan berlangsung di perairan internasional, yang berjarak 240km (150 mil) dari lepas pantai barat daya Irlandia. Namun, dia mencatat bahwa perairan itu termasuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) negaranya.

“Rusia, di bawah Hukum Laut Internasional, tentu saja dapat melakukan latihan militer di perairan internasional, tetapi itu adalah fakta bahwa mereka memilih untuk melakukannya di perbatasan barat, jika Anda suka, di lepas pantai Irlandia," kata Coveney.

“Ini bukan waktunya untuk meningkatkan aktivitas dan ketegangan militer dalam konteks apa yang terjadi dengan Ukraina saat ini, jadi saya pikir penting untuk memberi tahu rekan-rekan saya tentang niat itu,” ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Selasa (25/1/2022).

Menteri tersebut mengatakan Uni Eropa siap untuk menjatuhkan serangkaian sanksi dan pembatasan berat terhadap Moskow jika angkatan bersenjatanya melakukan serangan ke Ukraina.

Pernyataan Coveney muncul di tengah kekhawatiran yang diungkapkan oleh pejabat Barat dalam beberapa pekan terakhir bahwa Rusia mengumpulkan pasukan dan perangkat kerasnya di sepanjang perbatasan bersama sebelum menyerang Ukraina. Niat invasi itu sudah dibantah Kremlin bekali-kali.

Sebaliknya, Moskow menuduh Barat menciptakan situasi genting di negara Eropa Timur itu. Pada bulan November, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov memperingatkan bahwa, di Ukraina, semakin banyak pasukan dan peralatan dikumpulkan di jalur kontak di Donbass, didukung oleh semakin banyak instruktur Barat.
(min)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2265 seconds (10.177#12.26)