Uni Eropa Tawarkan Paket Bantuan Rp18,6 Triliun pada Ukraina

Senin, 24 Januari 2022 - 23:27 WIB
loading...
Uni Eropa Tawarkan Paket Bantuan Rp18,6 Triliun pada Ukraina
Ilustrasi
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa berniat membantu Ukraina dengan paket bantuan keuangan senilai USD1,36 miliar (Rp18,6 triliun). Paket bantuan ini bertujuan untuk mengurangi dampak konflik dengan Rusia.

“Rusia telah mengumpulkan pasukan dan senjata berat di perbatasan Ukraina. Komisi mengusulkan paket bantuan keuangan makro darurat baru sebesar USD1,36 miliar,” kata Ketua Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, seperti dikutip dari Reuters, Senin (24/1/2022).

Baca: Ini Yevheniy Murayev, yang Diklaim Inggris Akan Jadi Boneka Rusia di Ukraina

Von der Leyen, yang berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Jumat, mengatakan, paket bantuan keuangan Uni Eropa dimaksudkan untuk "membantu Ukraina sekarang untuk mengatasi eskalasi cepat dalam kebutuhan pembiayaan karena konflik".

Menurut Von der Leyen, ia mengandalkan Dewan Eropa, kelompok pemerintah Uni Eropa, dan anggota parlemen Uni Eropa untuk menyetujui dukungan darurat sesegera mungkin untuk cepat mencairkan tahap pertama € 600 juta. Ia menambahkan, paket itu akan terdiri dari pinjaman darurat dan hibah.

Von der Leyen meminta mitra internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengikuti pendekatan yang sama dan memperbarui keterlibatan mereka dengan Ukraina.



Baca: Inggris Mulai Tarik Staf dari Kedubes di Ukraina, Perang di Depan Mata?

“Komisi Eropa sendiri, hampir menggandakan bantuan bilateral dalam bentuk hibah ke Kiev tahun ini, menambahkan €120 juta di atas €160 juta yang sudah direncanakan,” jelas Von der Leyen.

Saat ini diperkirakan 100.000 tentara Rusia berada dalam jangkauan perbatasan Ukraina, sementara Moskow menunggu tanggapan tertulis dari Washington dan NATO atas tuntutan keamanannya.



Rusia ingin NATO menarik janjinya bahwa Ukraina suatu hari nanti dapat bergabung dengan aliansi tersebut, dan untuk menarik kembali pasukan dan persenjataan dari negara-negara bekas komunis di Eropa timur yang bergabung dengannya setelah Perang Dingin.

Sejak 2014, ketika Rusia mencaplok semenanjung Ukraina Krimea dan separatis yang didukung oleh Moskow mengambil kendali atas Ukraina timur, Uni Eropa dan lembaga keuangan Eropa telah mengalokasikan lebih dari €17 miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman ke negara itu, menurut von der Leyen.
(esn)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3070 seconds (11.210#12.26)