Hilang 77 Tahun, Pesawat Perang Dunia II Ditemukan di Himalaya

Jum'at, 21 Januari 2022 - 15:38 WIB
loading...
Hilang 77 Tahun, Pesawat...
HIlang 77 tahun, pesawat Perang Dunia II ditemukan di pegunungan Himalaya. Foto/France24
A A A
NEW DELHI - Sebuah pesawat Perang Dunia II yang diidentifikasi hilang ditemukan di lokasi terpencil di pegunungan Himalaya , India setelah jatuh hampir 80 tahunlalu tanpa ada yang selamat lewat pencarian berbahaya yang menyebabkan kematian tiga pemandu.

Pesawat angkut C-46 membawa 13 orang dari Kunming di China selatan menghilang dalam cuaca badai di atas bentangan pegunungan negara bagian Arunachal Pradesh pada minggu pertama tahun 1945.

"Pesawat ini tidak pernah terdengar lagi. (Pesawat) itu menghilang begitu saja," kata Clayton Kuhles, seperti dilansir dari France24, Jumat (21/1/2022).

Kuhles adalah seorang petualang asal Amerika Serikat (AS) yang memimpin misi setelah permintaan dari putra salah satu penumpang pesawat yang malang itu.

Baca juga: Kesalahan Bos Intel AS Bantu Nazi Sebarkan Hoaks

Ekspedisi memakan waktu berbulan-bulan. Kuhles dan tim pemandu dari kelompok etnis Lisu lokal mengarungi sungai setinggi dada dan berkemah dalam suhu beku di ketinggian.

Tiga pemandu meninggal karena hipotermia pada tahap awal proyek saat berkemah selama badai salju bulan September lalu.

Tetapi tim akhirnya menemukan pesawat di puncak gunung yang tertutup salju bulan lalu, di mana mereka dapat mengidentifikasi puing-puing dengan nomor ekor.

Tidak ada sisa-sisa manusia di dalam puing pesawat yang tersisa.

Baca juga: Tenggelam dengan 1.400 Ton Bahan Peledak, Kapal Perang Dunia II Ini Bisa Meledak Dahsyat

Kuhles ditugaskan untuk melakukan pencarian oleh Bill Scherer, yang ayah adalah seorang perwira dan berada di dalam pesawat ketika jatuh.

"Yang bisa saya katakan adalah saya sangat gembira, hanya mengetahui di mana dia berada. Ini menyedihkan tapi menggembirakan," kata Scherer kepada AFP melalui email dari New York.

"Saya tumbuh tanpa ayah. Yang bisa saya pikirkan hanyalah ibu saya yang malang, mendapatkan telegram dan mengetahui suaminya hilang dan dia ditinggalkan bersama saya, seorang bayi laki-laki berusia 13 bulan," sambungnya.

Ratusan pesawat militer AS hilang di sekitar teater operasi di India, China dan Myanmar selama Perang Dunia II.

Baca juga: Peluru Antitank Menancap di Pantat Pasien, Dokter Telepon Penjinak Bom

Sementara tembakan musuh dari pasukan Jepang menyebabkan beberapa kerugian pesawat, Kuhles mengatakan mayoritas diyakini telah dijatuhkan oleh kerusakan oleh es, angin badai dan kondisi cuaca buruk lainnya.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Berita Terkini
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved