Ketegangan di Laut China Selatan Memburuk, Filipina Beli 2 Kapal Perang

Selasa, 28 Desember 2021 - 23:31 WIB
loading...
Ketegangan di Laut China...
Filipina membeli dua kapal perang dari Korsel di tengah memburuknya ketegangan di Laut China Selatan. Foto/Ilustrasi
A A A
MANILA - Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakanManila telah memesan dua kapal perang baru dari Hyundai Heavy Industries Korea Selatan (Korsel). Pembelian ini untuk memodernisasi Angkatan Laut Filipina di tengah perselisihan dengan China di Laut China Selatan .

Armada kapal perang Angkatan Laut Filipina sudah cukup tua dalam beberapa dekade terakhir - termasuk kapal perang Amerika Serikat (AS) dari Perang Dunia II - sampai pendahulu Presiden Rodrigo Duterte, Benigno Aquino, memulai progtam modernisasi sederhana pada tahun 2010.

Kesepakatan bernilai USD556 juta dengan raksasa pembuat kapal asal Korsel itu terjadi lima tahun setelah perusahaan yang sama juga memenangkan kontrak untuk membangun dua fregat untuk Angkatan Laut Filipina.

Baca juga: Filipina Tolak Permintaan China untuk Pindahkan Kapal Perang Tua dari LCS

Korvet dan fregat kecil, kapal perang cepat terutama digunakan untuk melindungi kapal lain dari serangan.

“Proyek ini akan memberi Angkatan Laut Filipina dua korvet modern yang mampu melakukan misi anti-kapal, anti-kapal selam dan anti-perang udara,” jelas Lorenzana dalam pidato pada upacara penandatanganan di Manila.

"Kesepakatan itu akan memastikan kesamaan dan interoperabilitas dengan aset kami yang ada, serta kemudahan pemeliharaan dan perbaikan," tambahnya seperti dikutip dari Street Times, Selasa (28/12/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved