AS Rilis Video Serangan Drone yang Tewaskan 10 Warga Afghanistan
Kamis, 20 Januari 2022 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Penyelidikan Pentagon tahun lalu menemukan serangan di Kabul adalah kesalahan dan merekomendasikan tidak ada tindakan hukum atau disiplin terhadap anggotanya. Kesimpulan ini disambut dengan kemarahan yang luas dari Kongres AS dan kelompok hak asasi manusia.
Baca juga: Serangan Dronenya Tewaskan 10 Warga Afghanistan, AS Sebut Tidak Melanggar Hukum
Kritikus mengatakan laporan itu berkontribusi pada budaya impunitas dan gagal mengatasi masalah sistemik dalam perang drone AS, membuat korban sipil di masa depan tak terhindarkan.
Para korban serangan 29 Agustus adalah Zemari Ahmadi, yang bekerja untuk sebuah organisasi bantuan yang berbasis di AS, dan sembilan anggota keluarganya, termasuk tujuh anak-anak.
Hasil penyelidikan yang dilakukan inspektur jenderal angkatan udara AS, Letnan Jenderal Sami Said, menemukan bahwa operator drone terlihat bingung dengan mobil Toyota Corolla putih di tempat kejadian dan mobil yang terkait dengan kelompok teroris. Operator drone juga gagal menemukan seorang anak yang terlihat dalam rekaman pengawasan dua menit sebelum penyerangan.
Meski begitu dikatakan tidak ditemukan bukti kesalahan.
Baca juga: Serangan Dronenya Tewaskan 10 Warga Afghanistan, AS Sebut Tidak Melanggar Hukum
Kritikus mengatakan laporan itu berkontribusi pada budaya impunitas dan gagal mengatasi masalah sistemik dalam perang drone AS, membuat korban sipil di masa depan tak terhindarkan.
Para korban serangan 29 Agustus adalah Zemari Ahmadi, yang bekerja untuk sebuah organisasi bantuan yang berbasis di AS, dan sembilan anggota keluarganya, termasuk tujuh anak-anak.
Hasil penyelidikan yang dilakukan inspektur jenderal angkatan udara AS, Letnan Jenderal Sami Said, menemukan bahwa operator drone terlihat bingung dengan mobil Toyota Corolla putih di tempat kejadian dan mobil yang terkait dengan kelompok teroris. Operator drone juga gagal menemukan seorang anak yang terlihat dalam rekaman pengawasan dua menit sebelum penyerangan.
Meski begitu dikatakan tidak ditemukan bukti kesalahan.
Lihat Juga :