Giliran Rusia Tuduh Amerika Cs Rencanakan Provokasi di Ukraina

Kamis, 20 Januari 2022 - 18:57 WIB
loading...
Giliran Rusia Tuduh...
Konvoi kendaraan lapis baja Rusia bergerak di sepanjang jalan raya di Crimea, Selasa (18/1/2022). Foto/mymotherlode.com
A A A
MOSKOW - Rusia menuduh Barat merencanakan provokasi di Ukraina dan menyalahkan Moskow atas rencana aksi militer agresif di negara tetangganya itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh bahwa klaim Kiev dan Barat tentang serangan Rusia yang akan segera terjadi di Ukraina adalah kedok untuk melakukan provokasi skala besar mereka sendiri, termasuk yang bersifat militer.

“Mereka mungkin memiliki konsekuensi yang sangat tragis bagi keamanan regional dan global,” kata Zakharova seperti dilansir dari AP, Kamis (20/1/2022).

Dia menunjuk pada pengiriman senjata ke Ukraina oleh pesawat angkut militer Inggris dalam beberapa hari terakhir. Zakharova mengklaim bahwa Ukraina menganggap bantuan militer Barat sebagai pemegang wewenang penuh untuk operasi militer di Donbas.

Baca juga: Inggris Kirim Senjata Anti-Tank ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Donbas, yang terletak di Ukraina timur, berada di bawah kendali separatis pro Rusia yang telah memerangi pasukan Ukraina selama hampir delapan tahun, konflik yang telah menewaskan lebih dari 14.000 orang.

Tudingan ini seolah membalas tuduhan media Amerika Serikat (AS) yang menyebut Rusia tengah merencanakan operasi bendera palsu sebagai dalih untuk menyerang Ukraina. Sebelumnya, CNN mengutip seorang pejabat AS melaporkan bahwa Rusia akan melakukan sabotase terhadap pasukan proksinya sendiri.

Baca juga: Invasi Ukraina, AS Sebut Rusia Siapkan Operasi Bendera Palsu

Ukraina mengatakan awal pekan ini bahwa mereka telah menerima pengiriman rudal anti-tank dari Inggris. Ukraina telah menolak klaim Moskow bahwa pihaknya merencanakan serangan untuk merebut kembali kendali atas wilayah yang dikuasai separatis di jantung industri timur negara itu.

Sementara itu, pemerintah Ukraina, AS dan sekutu NATO-nya telah menyatakan keprihatinan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir atas penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina.

Konsentrasi sekitar 100.000 tentara Rusia di dekat Ukraina telah memicu kekhawatiran Barat bahwa Moskow siap untuk menyerang tetangganya. Presiden AS, Joe Biden, berpikir Rusia akan menginvasi Ukraina. Ia memperingatkan Presiden Vladimir Putin bahwa negaranya akan membayar "harga yang mahal" atas nyawa yang hilang dan kemungkinan pemutusan dari sistem perbankan global jika itu terjadi .

Moskow telah berulang kali membantah memiliki rencana untuk melancarkan serangan. Tetapi mereka telah meminta satu set jaminan keamanan dari Barat yang akan mengecualikan ekspansi NATO ke Ukraina dan negara-negara bekas Soviet lainnya serta penyebaran senjata aliansi di sana.

Washington dan sekutunya dengan tegas menolak tuntutan Moskow dalam pembicaraan keamanan pekan lalu, tetapi tetap membuka pintu untuk kemungkinan pembicaraan lebih lanjut tentang pengendalian senjata dan langkah-langkah membangun kepercayaan untuk mengurangi potensi permusuhan.

Di tengah ketegangan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengunjungi Ukraina pada Rabu kemarin untuk meyakinkan dukungan Barat kepada Kiev.

Baca juga: Tiba di Ukraina, Menlu AS Sebut Rusia Bisa Menyerang dalam Waktu Singkat

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved