Gereja Ortodoks Rusia Menentang Turki Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid

Kamis, 11 Juni 2020 - 11:36 WIB
loading...
Gereja Ortodoks Rusia...
Bangunan kuno Hagia Sophia yang terkenal di Istanbul. Bangunan ini awalnya gereja, kemudian diubah jadi masjid dan diubah lagi jadi museum. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Pihak Gereja Ortodoks Rusia menentang rencana alih fungsi museum Hagia Sophia yang bersejarah di Turki menjadi sebuah masjid. Langkah seperti itu dinilai dapat memicu ketegangan antaragama.

"Setiap upaya untuk mengubah status museum Katedral Hagia Sophia akan mengarah pada perubahan dan pelanggaran keseimbangan antar-agama yang rapuh," kata Kepala Hubungan Eksternal Gereja Ortodoks Rusia, Metropolitan Hilarion, seperti dikutip oleh Orthodox Times.

Hagia Sophia, situs warisan dunia UNESCO, awalnya dibangun sebagai gereja Ortodoks Yunani. Bangunan itu kemudian dikonversi menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul oleh Mehmet II pada tahun 1453, dan dirayakan pada tanggal 29 Mei setiap tahunnya.

Pada tahun 1935, Hagia Sophia diubah menjadi museum oleh pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk, sebagai bagian dari reformasi sekulernya.

Kaum konservatif religius Turki telah lama menyerukan konversi bangunan kembali menjadi masjid, sebuah langkah yang semakin disiratkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam beberapa tahun terakhir.

Rencana konversi Hagia Sophia juga bisa memanaskan ketegangan antara Turki dan Yunani. (Baca: Media Turki: Erdogan Ingin Ubah Hagia Sophia Jadi Masjid )

Bulan lalu, Turki mengadakan doa-doa Muslim di Hagia Sophia untuk memperingati ulang tahun penaklukan Ottoman di Istanbul, yang sebelumnya dikenal sebagai Konstantinopel.

Tindakan itu menimbulkan kemarahan dari Yunani, yang lebih lanjut diperparah oleh Presiden Erdogan yang memerintahkan studi komprehensif awal bulan ini tentang konversi museum menjadi masjid.

"Yunani bukan orang yang mengelola tanah ini, jadi harus menghindari pernyataan seperti itu," kata Erdogan, hari Senin lalu.

"Mereka mengatakan, 'Jangan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid'. Apakah Anda memerintah Turki, atau kami yang memerintah Turki?," lanjut Erdogan.

Hilarion menyuarakan keprihatinan bahwa transformasi Hagia Sophia menjadi masjid akan berarti akses akan dibatasi untuk pengunjung dari agama lain. Menurutnya, Hagia Sophia semestinya harus tetap menjadi museum.

"Gereja itu adalah simbol Byzantium dan simbol Ortodoksi untuk jutaan orang Kristen di seluruh dunia, terutama bagi orang-orang percaya Ortodoks," katanya, yang dilansir The New Arab, Kamis (11/6/2020). (Baca juga: Bela Palestina tapi Mesra dengan Israel, Erdogan Dicap Munafik )

Presiden Erdogan sebelumnya menyatakan bahwa, jika dikonversi menjadi masjid, Hagia Sophia akan tetap terbuka untuk pengunjung siapa pun. Dia menyamakan hal itu dengan Masjid Biru Istanbul yang terkenal.

Pengadilan Turki diperkirakan akan memutuskan masalah status alih fungsi Hagia Sophia pada awal Juli.

Namun, UNESCO sebelumnya mengatakan konversi museum perlu mendapatkan persetunjuan mereka karena bangunan itu sudah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh organisasi yang berbasis di Paris tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Scaloni Berani Cadangkan...
Scaloni Berani Cadangkan Messi, Ada Apa?
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Berita Terkini
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved