Ketua BKSAP DPR Khawatirkan Rencana Aneksasi Israel Picu Perang Besar
Kamis, 11 Juni 2020 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Pada sisi lain, mantan Wakil Ketua DPR itu memuji inisiatif pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh, yang secara khusus mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.
Hamas meminta Joko Widodo mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah aneksasi Tepi Barat oleh Israel.
“Presiden Jokowi harus merespon permintaan khusus tersebut. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia secara moralitas selayaknya terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina,” desak Fadli Zon.
Lebih jauh politisi Gerindra tersebut menekankan bahwa respon Jokowi atas permintaan Hamas tersebut merupakan mandat konstitusi. “Sangat jelas dukung Hamas yang berjuang membebaskan Palestina selaras dengan konstitusi kita yang menolak keras segala bentuk penjajahan,” imbuh. (Baca Juga: Berpikir dalam Kotak Kardus? Cara Baru Bekerja Setelah Lockdown)
Legislator yang juga anggota Komisi Luar Negeri itu menyarankan pemerintah untuk melihat Palestina sebagai satu kesatuan. “Kesan selama ini Pemerintah cenderung dekat dengan Otoritas Palestina dan mengesampingkan elemen-elemen pejuang Palestina lainnya seperti Hamas. Indonesia harus jadi unsur perekat. Terlebih secara faktual Jalur Gaza adalah satu-satunya wilayah Palestina yang sepenuhnya terbebas dari pendudukan Israel,” pungkas doktor lulusan UI itu. (Baca Juga: Bocoran dari Saudi, Haji Bisa Dibatasi 20% Kuota Per Negara atau Batal)
Hamas meminta Joko Widodo mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah aneksasi Tepi Barat oleh Israel.
“Presiden Jokowi harus merespon permintaan khusus tersebut. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia secara moralitas selayaknya terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina,” desak Fadli Zon.
Lebih jauh politisi Gerindra tersebut menekankan bahwa respon Jokowi atas permintaan Hamas tersebut merupakan mandat konstitusi. “Sangat jelas dukung Hamas yang berjuang membebaskan Palestina selaras dengan konstitusi kita yang menolak keras segala bentuk penjajahan,” imbuh. (Baca Juga: Berpikir dalam Kotak Kardus? Cara Baru Bekerja Setelah Lockdown)
Legislator yang juga anggota Komisi Luar Negeri itu menyarankan pemerintah untuk melihat Palestina sebagai satu kesatuan. “Kesan selama ini Pemerintah cenderung dekat dengan Otoritas Palestina dan mengesampingkan elemen-elemen pejuang Palestina lainnya seperti Hamas. Indonesia harus jadi unsur perekat. Terlebih secara faktual Jalur Gaza adalah satu-satunya wilayah Palestina yang sepenuhnya terbebas dari pendudukan Israel,” pungkas doktor lulusan UI itu. (Baca Juga: Bocoran dari Saudi, Haji Bisa Dibatasi 20% Kuota Per Negara atau Batal)
(sya)
Lihat Juga :