PM Jepang: Memerangi Pandemi adalah Prioritas Utama
Senin, 17 Januari 2022 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
Kishida mengulangi rencananya untuk menjaga kontrol perbatasan yang ketat, melarang sebagian besar pendatang asing hingga akhir Februari. Jepang juga tengah berupaya untuk mempercepat suntikan vaksin COVID-19 dan memperkuat sistem medis untuk mendukung peningkatan jumlah pasien yang dirawat. di rumah.
Baca: AS dan Jepang Berkolaborasi Kembangkan Senjata Lawan Rudal Hipersonik
Varian omicron yang sangat menular telah mendorong infeksi lebih tinggi dan mulai melumpuhkan layanan medis dan publik di beberapa daerah. Sebab, lebih banyak orang terpaksa mengisolasi diri. Pekan lalu, Jepang memangkas masa karantina 14 hari menjadi 10 hari.
Kishida mendesak perusahaan untuk mempromosikan pekerjaan jarak jauh, dan meminta sekolah untuk menggunakan kelas online secara fleksibel. Suntikan booster baru dimulai bulan lalu, dengan pekerja medis dan sejauh ini kurang dari 1 persen populasi telah mendapatkan suntikan ketiga.
Jepang baru-baru ini juga telah memotong masa penantian antara suntikan kedua dan ketiga untuk orang tua menjadi 6 bulan, dari sebelumnya 8 bulan. Sebagian karena kekurangan vaksin impor, sebagian besar orang Jepang yang lebih muda diperkirakan tidak akan mendapatkan giliran sampai Maret.
Baca: AS dan Jepang Berkolaborasi Kembangkan Senjata Lawan Rudal Hipersonik
Varian omicron yang sangat menular telah mendorong infeksi lebih tinggi dan mulai melumpuhkan layanan medis dan publik di beberapa daerah. Sebab, lebih banyak orang terpaksa mengisolasi diri. Pekan lalu, Jepang memangkas masa karantina 14 hari menjadi 10 hari.
Kishida mendesak perusahaan untuk mempromosikan pekerjaan jarak jauh, dan meminta sekolah untuk menggunakan kelas online secara fleksibel. Suntikan booster baru dimulai bulan lalu, dengan pekerja medis dan sejauh ini kurang dari 1 persen populasi telah mendapatkan suntikan ketiga.
Jepang baru-baru ini juga telah memotong masa penantian antara suntikan kedua dan ketiga untuk orang tua menjadi 6 bulan, dari sebelumnya 8 bulan. Sebagian karena kekurangan vaksin impor, sebagian besar orang Jepang yang lebih muda diperkirakan tidak akan mendapatkan giliran sampai Maret.
Lihat Juga :