Filipina Akan Beli 32 Helikopter Black Hawk Baru
Minggu, 16 Januari 2022 - 18:57 WIB
loading...
Filipina akan beli 32 helikopter Black Hawk baru. FOTO/The Moscow Times
A
A
A
MANILA - Filipina akan membeli 32 helikopter S-70i Black Hawk dari anak perusahaan Sikorsky Aircraft yang berbasis di Polandia, PZL Mielec. Langkah ini dilakukan untuk menambah armada yang ada sebanyak 12 dan meningkatkan kemampuan respon terhadap bencana.
Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, pemberitahuan dikeluarkan pada 28 Desember untuk pembelian helikopter baru di bawah proyek yang dilengkapi dengan dukungan logistik dan paket pelatihan untuk pilot dan kru pemeliharaan. Proyek ini menelan biayaUSD624 juta.
Baca: India Suplai Filipina dengan Sistem Rudal Jelajah Senilai Rp5,3 Triliun
“Kontrak sekarang sedang disusun, dengan pengiriman 5 unit pertama diharapkan pada tahun 2023,” kata Lorenzana di Facebook. “Sisanya akan dikirimkan dalam tiga batch, 10 unit pada 2024, 10 unit pada 2025, dan 7 unit pada 2026,” lanjut Lorenzana, seperti dikutip dari Reuters.
"Kurangnya pesawat angkut dan helikopter tidak pernah lebih parah selama pandemi dan setelah Topan (Rai). Ini diperburuk oleh Huey kami yang menua, yang menjadi tidak ekonomis untuk dipelihara," ungkap Lorenzana.
Selama dekade terakhir, Manila telah berusaha untuk memodernisasi peralatan militernya yang rusak, yang menampilkan helikopter era Perang Vietnam dan kapal Angkatan Laut Perang Dunia II yang digunakan oleh Amerika Serikat.
Baca: Ketegangan di Laut China Selatan Memburuk, Filipina Beli 2 Kapal Perang
Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, pemberitahuan dikeluarkan pada 28 Desember untuk pembelian helikopter baru di bawah proyek yang dilengkapi dengan dukungan logistik dan paket pelatihan untuk pilot dan kru pemeliharaan. Proyek ini menelan biayaUSD624 juta.
Baca: India Suplai Filipina dengan Sistem Rudal Jelajah Senilai Rp5,3 Triliun
“Kontrak sekarang sedang disusun, dengan pengiriman 5 unit pertama diharapkan pada tahun 2023,” kata Lorenzana di Facebook. “Sisanya akan dikirimkan dalam tiga batch, 10 unit pada 2024, 10 unit pada 2025, dan 7 unit pada 2026,” lanjut Lorenzana, seperti dikutip dari Reuters.
"Kurangnya pesawat angkut dan helikopter tidak pernah lebih parah selama pandemi dan setelah Topan (Rai). Ini diperburuk oleh Huey kami yang menua, yang menjadi tidak ekonomis untuk dipelihara," ungkap Lorenzana.
Selama dekade terakhir, Manila telah berusaha untuk memodernisasi peralatan militernya yang rusak, yang menampilkan helikopter era Perang Vietnam dan kapal Angkatan Laut Perang Dunia II yang digunakan oleh Amerika Serikat.
Baca: Ketegangan di Laut China Selatan Memburuk, Filipina Beli 2 Kapal Perang
Lihat Juga :