Hong Kong Kota Termahal bagi Ekspatriat
Kamis, 11 Juni 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
“Biaya hidup telah mengalami perubahan di berbagai kawasan,” ungkap Mercer. Pernyataan Mercer bukan tanpa alasan. Delapan dari 17 kota China yang disurvei Mercer mengalami kenaikan harga untuk barang-barang tertentu dalam lima tahun terakhir. Hal ini berkaitan dengan ada pertumbuhan ekonomi.
Biaya nongkrong di China, yakni dua tiket bioskop, dua steik, dan dua kopi, naik dari USD136 menjadi USD163 dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara biaya nongkrong di Mexico City naik 40% pada periode yang sama. Begitu juga di Warsawa dan Johannesburg, masing-masing naik sekitar USD95-USD98 dan USD49-USD71.
Mercer menyatakan biaya hidup di Singapura mengalami kenaikan, terutama harga rumah. “Singapura tetap menjadi jembatan penting dunia dan kawasan untuk bisnis multinasional sehingga menarik talenta papan atas dan dituntut bisa memberikan akomodasi, produk, dan layanan berkualitas tinggi,” ungkap Mercer. (Baca: Simpatisan ISIS Serang Desa di igeria, 59 Tewas)
Kepala Praktik Mobilitas Asia Timur Tengah dan Afrika Mercer Mario Ferraro mengatakan, tenaga asing juga banyak yang berkeinginan bekerja di Singapura menyusul tingginya investasi langsung dari luar Singapura dan pertumbuhan ekonomi yang pesat meskipun biaya hidupnya tinggi sebab upahnya juga tinggi.
Kepala Bisnis Karier Mercer Ilya Bonic mengatakan, ekonomi yang berfokus pada digitalisasi dan kebutuhan komunikasi antarcabang perusahaan di seluruh dunia mendorong penerjunan ekspatriat dan secara tidak langsung meningkatkan strategi persaingan bisnis global. (Muh Shamil)
Biaya nongkrong di China, yakni dua tiket bioskop, dua steik, dan dua kopi, naik dari USD136 menjadi USD163 dalam sepuluh tahun terakhir. Sementara biaya nongkrong di Mexico City naik 40% pada periode yang sama. Begitu juga di Warsawa dan Johannesburg, masing-masing naik sekitar USD95-USD98 dan USD49-USD71.
Mercer menyatakan biaya hidup di Singapura mengalami kenaikan, terutama harga rumah. “Singapura tetap menjadi jembatan penting dunia dan kawasan untuk bisnis multinasional sehingga menarik talenta papan atas dan dituntut bisa memberikan akomodasi, produk, dan layanan berkualitas tinggi,” ungkap Mercer. (Baca: Simpatisan ISIS Serang Desa di igeria, 59 Tewas)
Kepala Praktik Mobilitas Asia Timur Tengah dan Afrika Mercer Mario Ferraro mengatakan, tenaga asing juga banyak yang berkeinginan bekerja di Singapura menyusul tingginya investasi langsung dari luar Singapura dan pertumbuhan ekonomi yang pesat meskipun biaya hidupnya tinggi sebab upahnya juga tinggi.
Kepala Bisnis Karier Mercer Ilya Bonic mengatakan, ekonomi yang berfokus pada digitalisasi dan kebutuhan komunikasi antarcabang perusahaan di seluruh dunia mendorong penerjunan ekspatriat dan secara tidak langsung meningkatkan strategi persaingan bisnis global. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :