Filipina Beli Rudal Jelajah Supersonik BrahMos India Rp5,3 Triliun
Sabtu, 15 Januari 2022 - 01:40 WIB
loading...
Rudal jelajah supersonik BrahMos. Senjata hasil proyek patungan India dan Rusia ini hendak dibeli Filipina. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW DELHI - Filipina telah menjadi pelanggan asing pertama untuk rudal jelajah supersonik BrahMos , misil proyek patungan India dan Rusia. Kontrak pembelian senjata anti-kapal ini sebesar USD374.962.000 atau lebih dari Rp5,3 triliun.
Manila resmi menerbitkan "Notice of Award" untuk produsen rudal; BrahMos Aerospace Ltd, yang memintanya untuk menandatangani kontrak.
Baca juga: Waswas Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan AS
"Proposal BrahMos Aerospace Pvt Ltd untuk proyek akuisisi sistem rudal anti-kapal berbasis pantai untuk Angkatan Laut Filipina, dengan proposal harga yang sesuai sebesar USD374,962 juta, dengan ini diterima," bunyi pemberitahuan tertanggal 31 Desember 2021 yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Nasional Filipina, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (14/1/2022).
Varian ekspor BrahMos yang diluncurkan kapal memiliki jangkauan tempur 290 km. Senjata ini sesuai untuk angkatan bersenjata Filipina yang bisa mencakup semua target permukaan di sebagian besar perairan teritorialnya.
Filipina memiliki sengketa teritorial dengan China atas Laut China Selatan. Manila memenangkan sengketa di pengadilan PBB pada tahun 2013, namun Beijing menolak mengakui putusan tersebut.
Manila resmi menerbitkan "Notice of Award" untuk produsen rudal; BrahMos Aerospace Ltd, yang memintanya untuk menandatangani kontrak.
Baca juga: Waswas Perang, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia dan AS
"Proposal BrahMos Aerospace Pvt Ltd untuk proyek akuisisi sistem rudal anti-kapal berbasis pantai untuk Angkatan Laut Filipina, dengan proposal harga yang sesuai sebesar USD374,962 juta, dengan ini diterima," bunyi pemberitahuan tertanggal 31 Desember 2021 yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Nasional Filipina, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (14/1/2022).
Varian ekspor BrahMos yang diluncurkan kapal memiliki jangkauan tempur 290 km. Senjata ini sesuai untuk angkatan bersenjata Filipina yang bisa mencakup semua target permukaan di sebagian besar perairan teritorialnya.
Filipina memiliki sengketa teritorial dengan China atas Laut China Selatan. Manila memenangkan sengketa di pengadilan PBB pada tahun 2013, namun Beijing menolak mengakui putusan tersebut.
Lihat Juga :