Eks Pejabat Pentagon: AS Harus Bersiap untuk Perang dengan Rusia

Kamis, 13 Januari 2022 - 05:20 WIB
loading...
Eks Pejabat Pentagon:...
Eks pejabat Pentagon menyebut AS harus siap untuk perang dengan Rusia jika Moskow menginvasi Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) harus mempersiapkan diri untuk perang dengan Rusia . Washington dapat diwajibkan untuk turun tangan secara militer jika Moskow memutuskan untuk melakukan invasi ke Ukraina dalam waktu dekat.

Hal itu diungkapkan wakil asisten menteri pertahanan AS untuk Rusia, Ukraina, dan Eurasia dari 2012-2015 Evelyn Farkas.

Dalam opininya yang diterbitkan Defense One, Farkas mengklaim bahwa invasi Rusia yang akan segera terjadi di Ukraina lebih mungkin menjadi kenyataan daripada tidak.



Mantan pejabat era pemerintahan Presiden Barack Obama itu bersikeras bahwa pembicaraan diplomatik antara Moskow dan Washington, yang berlangsung minggu ini, kemungkinan besar akan gagal, dan AS seharusnya sudah bersiap-siap untuk berperang dengan Rusia.

Menggunakan kata-kata mantan Presiden George W. Bush, yang digunakan untuk menggambarkan negara-negara yang menginvasi Irak pada tahun 2003, dia menyerukan AS untuk membentuk koalisi internasional yang bersedia untuk menghalangi Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Dan, jika perlu, bersiap untuk perang,” serunya seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (13/1/2022).

Menurut Farkas, Rusia gagal mematuhi hukum internasional, dan telah memberanikan diri didorong oleh protes massal baru-baru ini di Kazakhstan, negara tetangga dan bekas republik Soviet yang memiliki hubungan dekat dengan Moskow. Semua ini, katanya, membuatnya lebih mungkin dari sebelumnya bahwa Putin berencana untuk menyerang Ukraina.

Baca juga: AS Tolak Mentah-mentah Permintaan Rusia Setop Ekspansi NATO

"Jika Rusia menang lagi, kita akan tetap terjebak dalam krisis tidak hanya di Ukraina tetapi tentang masa depan tatanan global yang jauh melampaui perbatasan negara itu," dia memperingatkan.

"Dibiarkan tidak terkendali, Putin akan bergerak cepat, merebut beberapa tanah, mengkonsolidasikan keuntungannya, dan mengarahkan pandangannya ke negara satelit berikutnya dalam permainan panjangnya untuk memulihkan semua perbatasan pra-1991: lingkup pengaruh geografis yang dia anggap tidak adil dilucuti dari Great Rusia," sambungnya.

Artikel Farkas muncul ketika diplomat senior dari AS dan Rusia bertemu di Jenewa minggu ini untuk membahas proposal keamanan yang disampaikan Moskow ke Washington pada bulan Desember lalu.

Kremlin telah meminta jaminan tertulis bahwa NATO, blok militer pimpinan AS, tidak akan berekspansi ke Ukraina dan Georgia, dua negara yang berbatasan dengan Rusia.

Baca juga: Tegang, Rusia Ancam AS dengan Respons Militer

Sementara itu, pejabat Amerika telah menyatakan keprihatinan tentang dugaan penumpukan pasukan Rusia di dekat Ukraina, dan mengatakan bahwa mereka tidak akan membuat janji apa pun tentang keanggotaan NATO.

Terlepas dari kebuntuan yang tampak, para pejabat dari kedua belah pihak telah mengindikasikan bahwa mereka bersedia untuk bernegosiasi selagi mereka memiliki kesempatan.

Rusia telah berulang kali membantah memiliki niat agresif terhadap Ukraina, dan menuduh AS memicu ketegangan dengan memberikan dukungan senjata dan militer kepada Kiev.

Baca juga: AS: Putin Ingin Pulihkan Uni Soviet, Itu Tak Bisa Diterima!
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved