China Ingin Rusia Bantu Usir Kekuatan Eksternal Keluar dari Asia Tengah
Rabu, 12 Januari 2022 - 13:50 WIB
loading...
A
A
A
Menyusul panggilan itu, sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa kedua menteri luar negeri itu “sepakat” dalam penilaian mereka tentang peristiwa di Kazakhstan.
"Mereka menekankan keprihatinan tentang campur tangan kekuatan eksternal, termasuk partisipasi tentara bayaran asing dalam serangan terhadap warga sipil dan aparat penegak hukum, penyitaan lembaga negara dan fasilitas lainnya," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Demonstrasi dimulai awal pekan lalu di Kazakhstan ketika sekelompok besar pengunjuk rasa yang sebagian besar damai, turun ke jalan untuk memprotes penghapusan kontrol harga pada bahan bakar gas cair, bahan bakar yang banyak digunakan untuk menggerakkan mobil mereka.
Setelah beberapa hari, demonstrasi menjadi lebih keras, diduga diambil alih oleh penjahat yang turun ke jalan dengan senjata dan menyerang aparat penegak hukum. Pada hari Senin, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menjuluki demonstrasi tersebut sebagai “upaya kudeta” dan menyatakan bahwa ketertiban telah dipulihkan.
"Mereka menekankan keprihatinan tentang campur tangan kekuatan eksternal, termasuk partisipasi tentara bayaran asing dalam serangan terhadap warga sipil dan aparat penegak hukum, penyitaan lembaga negara dan fasilitas lainnya," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Demonstrasi dimulai awal pekan lalu di Kazakhstan ketika sekelompok besar pengunjuk rasa yang sebagian besar damai, turun ke jalan untuk memprotes penghapusan kontrol harga pada bahan bakar gas cair, bahan bakar yang banyak digunakan untuk menggerakkan mobil mereka.
Setelah beberapa hari, demonstrasi menjadi lebih keras, diduga diambil alih oleh penjahat yang turun ke jalan dengan senjata dan menyerang aparat penegak hukum. Pada hari Senin, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menjuluki demonstrasi tersebut sebagai “upaya kudeta” dan menyatakan bahwa ketertiban telah dipulihkan.
(esn)
Lihat Juga :